Menpora: 'Sport Tourism' Jadi Andalan Penguatan Ekonomi
- 02 Jul 2026 16:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan olahraga harus dipandang sebagai penggerak ekonomi nasional melalui pengembangan sport tourism dan industri olahraga.
- Pemerintah menilai penyelenggaraan ajang olahraga, seperti marathon dan MotoGP Mandalika, mampu meningkatkan investasi, pariwisata, serta pertumbuhan usaha lokal.
- Kemenpora terus memperkuat ekosistem olahraga melalui deregulasi, beasiswa atlet, dana pensiun, dan kolaborasi dengan sektor swasta.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan olahraga bukan hanya sarana meraih prestasi, tetapi penggerak ekonomi nasional. Hal itu disampaikan dalam Konferensi Pers Pemerintah mengenai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Penguatan Ekosistem Olahraga Nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir menyampaikan olahraga kini memiliki dampak ekonomi yang luas. Hal ini dapat dilihat melalui konsep sport tourism yang sudah berjalan di Indonesia.
“Persepsinya selalu olahraga itu dilihat sebagai beban, tetapi sebenarnya, olahraga adalah sebuah ‘revenue’, sebuah pendapatan dan ‘national branding’. Paradigma ini yang Kemenpora sedang coba samakan dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya di Kantor Badan Komunikasi RI, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia menilai, penyelenggaraan ajang olahraga dapat menjadi penggerak berbagai sektor usaha. Dampaknya adalah peningkatan pendapatan dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga penjualan perlengkapan olahraga.
Menurutnya, hal ini berarti komponen dari sport tourism tersebut menjadi salah satu bagian dari pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh. Hal itu belum ditambah dengan industri olahraga yang juga menyumbang pendapatan besar.
Menpora mencontohkan Indonesia telah menggelar 104 ajang marathon di berbagai daerah. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan okupansi hotel dan mendorong pertumbuhan pelaku usaha lokal.
Ia juga menyebut MotoGP Mandalika menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp4,9 triliun. Ajang itu turut memacu investasi vila, restoran, dan berbagai atraksi wisata di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
“Kalau sekarang kita ke Mandalika, itu restoran sudah mulai banyak, di pesisir kota Mandalika orang berinvestasi vila. Artinya, kalau ada MotoGP, atraksi wisata lainnya akan terisi,” kata Menpora.
Berbagai langkah penguatan ekosistem olahraga nasional juga telah dilakukan, termasuk melalui deregulasi di lingkungan Kemenpora. Ada pula beasiswa bagi student athlete, dana pensiun atlet, serta kolaborasi dengan sektor swasta untuk memperkuat infrastruktur olahraga nasional.
“Program-program ini kita dorong dan mudah-mudahan bisa terus kita tingkatkan kuotanya. Semoga mimpi Indonesia menjadi negara yang besar melalui sport tourism, sport industry, dan prestasi olahraga bisa menjadi kenyataan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....