Susy Susanti Gantikan Rudy Hartono, Inilah Target PB Jaya Raya Kedepannya

  • 30 Jun 2026 03:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PB Jaya Raya melakukan transisi kepemimpinan dengan Susy Susanti menggantikan Rudy Hartono sebagai Ketua Umum. Sementara Rosiana Tendean menggantikan Imelda Wigoeno sebagai Ketua Harian, pada peringatan 50 tahun klub.
  • Jaya Raya menjadi salah satu pilar utama pembinaan bulutangkis Indonesia selama lebih dari lima dekade. Klub terus berkomitmen mencetak generasi emas dan menyumbangkan pemain potensial ke pelatnas.

RRI.CO.ID, Jakarta - PB Jaya Raya melakukan transisi kepemimpinan, Susy Susanti menggantikan Rudy Hartono sebagai Ketua Umum. Sementara Rosiana Tendean menggantikan Imelda Wigoeno sebagai Ketua Harian PB Jaya Raya yang telah menjabat sejak 2014.

Ketua Pengurus Yayasan Pembangunan Jaya Raya, Budi Karya Sumadi mengatakan pergantian tersebut merupakan bentuk transisi kepemimpinan. "PB Jaya Raya tahun ini memasuki babak baru dengan kepemimpinan baru dan wajah-wajah muda penerus prestasi besar," kata Ketua Pengurus Yayasan Pembangunan Jaya Raya Budi Karya Sumadi, saat pengumuman perubahan figur kunci pada struktur organisasi klub Jaya Raya yang dilakukan di Gedung Jaya, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2026.

Disisi lain Trisna Muliadi, Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya, mengharapkan pergantian ini mampu menciptakan regenerasi prestasi lebih baik kedepannya. Mampu merebut kembali olahraga bulu tangkis Indonesia di level kelas dunia.

"Proses transisi ini merupakan estafet dari pengurus yang kita lakukan di Jaya Raya. Dari Pak Ci (Ciputra), kami sangat berharap semoga regenerasi ini dan didukung kedisiplinan akan bisa mengangkat kembali olahraga bulu tangkis Jaya Raya dan Indonesia masuk ke level world class," kata Trisna Muliadi dalam keterangan kepada RRI.co.id .

"Saya berterima kasih kepada Rudy Hartono dan Imelda Wigoeno atas dedikasi dan kesabaran yang luar biasa dalam membina pemain Jaya Raya selama ini sehingga mampu berprestasi luar biasa," ujarnya

"Selamat datang kepada Susy Susanti dan Rosiana Tendean yang memiliki reputasi besar untuk ke depan bisa meraih medali emas berikutnya di Olimpiade. Selamat bekerja!" kata Trisna.

Susy sendiri mengaku amanah ini adalah kehormatan besar dan tanggung jawab besar. "Bulu tangkis adalah segalanya, saya lahir dari Jaya Raya. Saya ingin memberikan kembali kepada klub yang telah membesarkan saya," ujar Susy.

"Saya ingin memberikan kembali kepada klub yang telah membesarkan saya. Harapan saya, pengalaman dan prestasi yang pernah saya raih dapat saya tularkan kepada anak-anak agar mereka mampu meraih prestasi, tidak hanya untuk klub dan Indonesia, tetapi juga di tingkat dunia," lanjut Susy, ratu bulu tangkis ini.

Rudy Hartono mengatakan transisi ini sangat baik untuk penyegaran kepemimpinan setelah 50 tahun membangun Jaya Raya dari nol. Jaya Raya telah mengukir prestasi besar dengan 4 dari 8 medali emas Olimpiade Indonesia dipersembahkan pemain binaan mereka.

"Dahulu saya dan Retno Kustiyah sejak 1976 telah membangun Jaya Raya dari nol. Kini Jaya Raya telah mengukir berbagai prestasi besar. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Jaya Raya yang telah memberi kesempatan kepada saya membina hingga sekarang," kata Rudy.

Perubahan di klub Jaya Raya ini tidak semata dilakukan untuk mengantisipasi tingkat persaingan prestasi bulutangkis. Baik itu perjuangan prestasi di dalam mapun di luar negeri yang makin ketat dan membutuhkan strategi yang jitu.

Tetapi juga untuk menyiapkan pemain-pemain potensial yang kelak disumbangkan ke pelatnas. Hal ini sebagai bagian dari tajuk 'Jaya Raya yang tiada henti membangun generasi emas'.

Susy Susanti (1992), Candra Wijaya/Tony Gunawan (2000), Hendra Setiawan/Markis Kido (2008), dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu (2020). Klub juga meraih 9 kali juara Piala Thomas, 3 kali Piala Uber, 1 kali Piala Sudirman. Prestasi lain, 9 gelar Kejuaraan Dunia, 15 gelar All England, dan 8 medali emas Asian Games.

Jaya Raya membangun GOR di Ragunan dan GOR Jaya Raya Bintaro. Terdiri dengan berbagai fasilitas yaitu 16 lapangan, asrama, ruang belajar, gym, dan kantor.

Berbagai fasilitas, serta dukungan atlet-atlet terbaik, rencanannya PB Jaya Raya juga akan menyelenggarakan turnamen internasional. Kegiatan bertaraf internasional ini menjadi ajang pembinaan dan prestasi terbaik di klub Jaya Raya.

18 negara akan tampil di Yonex Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026 diselenggarakan 7-12 Juli. Rencananya diselenggarakan di GOR PB Jaya Raya Bintaro.

Diselenggarakan secara rutin sejak 2014, kejuaraan ini telah menjadi bagian penting dalam ekosistem pembinaan bulu tangkis nasional. Sejumlah pemain yang pernah merasakan atmosfer ini, diantaranya Apriyani Rahayu, Siti Fadia Silva Ramadhanti, Ribka Sugiarto. Diikuti, Lanny Tria Mayasari, Rinov Rivaldy, hingga Pitha Haningtyas Mentari.

Pada edisi 2026, pertandingan akan berlangsung dalam tiga kelompok usia, yakni U-15, U-17, dan U-19. Sebanyak 14 gelar juara akan diperebutkan melalui nomor tunggal putra-putri, ganda putra-putri. Tak lupa, ganda campuran yang khusus dimainkan pada kategori U-17 dan U-19.

Jaya Raya menjadi salah satu pilar utama pembinaan bulutangkis Indonesia selama lebih dari lima dekade. Klub terus berkomitmen mencetak generasi emas dan menyumbangkan pemain potensial ke pelatnas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....