Menpora Dukung Strategi Pembinaan Olahraga Judo

  • 30 Jun 2026 20:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Depok - Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional Persatuan Judo Seluruh Indonesia tahun 2026. Rakernas dilaksanakan di Aula Prakasa Mako Divisi Infanteri 1 Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat (Jabar), Senin, 29 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Menpora memberikan apresiasi atas digelarnya Rakernas PJSI ini. Apalagi judo merupakan salah satu penyumbang medali emas di SEA Games Thailand pada 2025 silam.

“Saya tentu sangat apresiasi. Kemarin di SEA Games kita targetnya peringkat tiga. Alhamdulillah setelah 32 tahun, ketika kita tidak menjadi tuan rumah, kita bisa peringkat dua," kata Menpora dalam keterangan tertulis, dikutip Selasaa, 30 Juni 2026.

"Judo menyumbangkan empat medali emas. Kemudian, medali perak, serta satu medali perunggu,” ucapnya.

Prestasi ini menurut Menpora perlu ditingkatkan lagi pada ajang SEA Games berikutnya di Malaysia tahun 2027. Apalagi persaingan di SEA Games nantinya akan penuh tantangan, dengan Malaysia yang akan berjuang keras menjadi juar.

Sementara persaingan untuk peringkat kedua akan makin ketat. Di mana Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina tampak menunjukkan kebangkitan olahraga Judo.

“Semoga judo juga bisa memberikan medali yang lebih banyak lagi. Kemenpora terus mendorong Pelatnas (pemusatan latihan nasional) itu tidak bisa hanya jangka pendek, harus jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, dibutuhkan waktu dalam mencetak atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama bangsa. Karena itu persiapannya mesti dilakukan jauh-jauh hari.

Dalam hal ini Menpora Erick memuji jajaran pengurus PJSI. Organisasi ini, dalam rakernasnya, telah memaparkan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk pembinaan olahraga judo ke depan.

“Bapak Presiden sangat mengharapkan skema ini terjadi, karena itu visi beliau untuk kemajuan olahraga Indonesia. Mudah-mudahan ada kesamaan pengertian dengan administrasi negara, bahwa anggaran multiyears itu sesuatu yang sudah dilakukan di banyak negara," katanya.

"Ini bentuk keharusan yang sedang ditunggu-tunggu seluruh cabang olahraga. Memang tidak mungkin menghasilkan juara dengan sistem kepelatihan yang sangat singkat,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....