Pemain Pelapis Jadi Pembeda, Roar dan CLS Bidik Laga Berikutnya
- 28 Jun 2026 19:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemain pelapis menjadi faktor penting dalam kemenangan Roar Jakarta dan CLS Surabaya
- Roar dan CLS menilai disiplin menjalankan sistem serta rotasi pemain sebagai kunci hasil positif
- Kedua tim tetap melakukan evaluasi untuk menjaga performa pada pertandingan berikutnya
RRI.CO.ID, Semarang – Pemain pelapis berperan besar dalam kemenangan Roar Jakarta dan CLS Surabaya. Kedua tim menjaga performa melalui rotasi dan permainan kolektif, pada Mandiri Kejurnas Antarklub U-16 & U-18 Tahun 2026.
Roar Jakarta mengamankan kemenangan 54-47 atas Bimasakti Bandung di Sahabat Arena, Semarang, Minggu, 28 Juni 2026. Sejak kuarter pertama, Roar mampu mengendalikan ritme dan menjaga keunggulan hingga laga berakhir.
Roar membuka pertandingan dengan keunggulan tipis pada kuarter pertama. Mereka kemudian memperlebar jarak pada kuarter kedua dan melanjutkan dominasi hingga memasuki kuarter akhir.
Bimasakti sempat bangkit pada kuarter keempat melalui peningkatan produktivitas serangan. Namun, selisih angka yang sudah tercipta membuat Roar tetap mengunci kemenangan.
Ayasha Putri menjadi salah satu pembeda bagi Roar meski memulai laga dari bangku cadangan. Ia mencatat kontribusi penting melalui poin, rebound, assist, dan aksi defensif.
Pelatih Roar Jakarta, Fredy, mengatakan kemenangan diraih karena para pemain menjalankan sistem dengan disiplin. Ia juga mengapresiasi kekompakan tim dan kontribusi pemain muda.
Meski meraih hasil positif, Roar belum ingin cepat puas. Evaluasi akan difokuskan pada kondisi fisik dan penyempurnaan detail permainan.
Pada pertandingan lain, CLS Surabaya tampil dominan saat mengalahkan Garuda Padang dengan skor 80-16. Kedalaman skuad kembali menjadi kekuatan utama tim asal Surabaya tersebut.
CLS mulai membangun keunggulan sejak awal pertandingan dan terus menjaga intensitas permainan. Rotasi pemain membuat performa tim tetap stabil sepanjang empat kuarter.
Fazila Vania menjadi pencetak angka terbanyak untuk CLS meski turun dari bangku cadangan. Penampilannya memperlihatkan efektivitas kontribusi pemain pelapis.
Pelatih CLS menyebut rotasi menjadi kebutuhan penting karena jadwal pertandingan cukup padat. Tim juga mengandalkan sistem permainan sederhana agar mudah dijalankan seluruh pemain.
Sementara itu, Garuda Padang menjadikan laga ini sebagai bahan pembelajaran. Tim berharap pengalaman menghadapi lawan kuat dapat meningkatkan kepercayaan diri pada pertandingan berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....