PERBASI Respons Insiden Semifinal Campus League di UPH

  • 31 Mei 2026 19:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DPP PERBASI memanggil penyelenggara Campus League menyusul insiden pada semifinal Regional Jakarta
  • Pertemuan berlangsung melalui rapat daring pada Minggu, 31 Mei 2026
  • Insiden terjadi saat pertandingan Institut Perbanas Jakarta melawan Bina Nusantara, di Basketball Court Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang

RRI.CO.ID, Jakarta - DPP PERBASI memanggil penyelenggara Campus League menyusul insiden pada semifinal Regional Jakarta. Pertemuan berlangsung melalui rapat daring pada Minggu, 31 Mei 2026.

Rapat dipimpin Sekjen DPP PERBASI Nirmala Dewi bersama jajaran pengurus lainnya. Perwakilan Campus League diwakili CEO Ryan Gozali dan tim kompetisi.

Insiden terjadi saat pertandingan Institut Perbanas Jakarta melawan Bina Nusantara, di Basketball Court Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang. Pemain Perbanas mengalami cedera setelah terjatuh ketika berebut bola saat bertanding pada Sabtu 30 Mei 2026.

Benturan pada bagian pelipis membuat pemain tersebut harus mendapatkan perawatan medis. Kejadian itu menjadi perhatian serius DPP PERBASI.

Nirmala menegaskan organisasi berkomitmen menjaga keselamatan atlet selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, keamanan pemain harus menjadi prioritas seluruh penyelenggara kompetisi.

"Kami memanggil panitia pelaksana untuk memberikan penjelasan atas kejadian tersebut. Kami sangat komit memberikan rasa aman dan nyaman bagi atlet di lapangan," ucap Nirmala dalam keterangan tertulis PERBASI pada Minggu, 31 Mei 2026.

Nirmala juga mengapresiasi langkah cepat panitia dalam menangani cedera pemain, ia mengingatkan pentingnya koordinasi dengan pengurus daerah. Penyelenggaraan kompetisi harus melibatkan PERBASI setempat meski telah mengantongi rekomendasi pusat.

CEO Campus League Ryan Gozali menjelaskan, permukaan lapangan menggunakan Plexipave Cushion System. Yaitu sistem peredam benturan yang sudah banyak digunakan juga di luar negeri sebagai lapisan lapangan olahraga.

Floor finishing melewati 6 tahapan, dari lapisan existing, kemudian Leveling Polymer 1 Layer, Rubber Silica Compound 2 layer. Lalu Coarse Acrylic Sealer 2 Layer, Fine Acrylic Sealer 2 Layer, dan Top Coat 3 Layer.

Menurut Ryan, permukaan lapangan menggunakan Plexipave Cushion System sebagai peredam benturan. "Jadi tidak benar jika permukaan lapangan beton murni," ujar Ryan.

Ryan menambahkan pengecekan venue dilakukan bersama pihak kampus dan technical delegate. Seluruh persiapan dilakukan untuk menghadirkan pertandingan yang aman bagi atlet.

Ryan memastikan seluruh biaya perawatan pemain ditanggung dengan fasilitas VIP. "Penanganan cepat dan maksimal kami lakukan agar atlet mendapatkan perhatian terbaik," kata Ryan.

Pihak Universitas Pelita Harapan juga memberikan penjelasan mengenai kualitas lapangan. Sport Director UPH, Stephen Lester Metcalfe menyebut, fasilitas tersebut digunakan sejak 2008.

"Karena ini sangat bagus dan belum pernah ada masalah sampai kemarin," kata Metcalfe. Ia menegaskan lapangan menggunakan lapisan aspal dan karet sesuai standar.

Technical Delegate DPP PERBASI Abdul Rozak membenarkan adanya lapisan peredam benturan. "Tidak benar tentang lapangan tersebut hanya beton, karena ada lapisan karetnya," ujar Rozak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....