Koleksi 29 Medali, Indonesia Juara Umum World Para Athletics Grand Prix 2026
- 23 Jun 2026 18:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia menjadi juara umum World Para Athletics Grand Prix 2026 Tunisia dengan raihan 15 emas, 7 perak, dan 7 perunggu.
- Saptoyogo Purnomo dan Nanda Mei Sholihah masing-masing menyumbang tiga medali emas untuk Merah Putih.
- Hasil di Tunisia menjadi modal penting dalam perburuan tiket menuju Asian Para Games 2026 di Nagoya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tim para atletik Indonesia tampil juara umum World Para Athletics Grand Prix 2026 Tunisia pada 12-20 Juni 2026. Indonesia menutup kejuaraan dengan raihan 29 medali, terdiri atas 15 emas, 7 perak, dan 7 perunggu.
Jumlah tersebut membuat Indonesia berbagi gelar juara umum dengan Ukraina yang mengoleksi jumlah medali serupa. Sementara itu, tuan rumah Tunisia menempati posisi ketiga dengan 10 medali emas, 6 perak, dan 9 perunggu.
Saptoyogo Purnomo menjadi salah satu penyumbang medali terbanyak. Ia berhasil mengoleksi tiga emas dari nomor 100 meter putra T37, 200 meter putra T37-T38, serta estafet universal 4x100 meter.
Pencapaian serupa juga diraih Nanda Mei Sholihah yang menyabet tiga medali emas. Ia menjadi yang terbaik nomor 100 meter putri T46-47, 200 meter putri T46-47, dan estafet universal 4x100 meter.
Sementara itu, Karisma Evi Tiarani menyumbangkan dua medali emas melalui nomor 100 meter putri T36/42/44 dan lompat jauh putri T42,44,46,47. Kontribusi para atlet tersebut membantu Indonesia mengungguli banyak negara peserta dalam ajang internasional tersebut.
Koordinator tim pelatih para atletik Indonesia, Purwo Adi Sanyoto, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang berhasil membawa pulang total 29 medali. Menurutnya, hasil di Tunisia sangat penting karena menjadi bagian dari pengumpulan poin menuju Asian Para Games 2026.
"Persaingan di antara peserta dari negara, terutama Asia sangat luar biasa. Tentu saja semua negara Asia ikut berpartisipasi di Tunisia karena ingin mencari poin yang digunakan sebagai kualifikasi menuju Asian Para Games 2026," kata Purwo dalam keterangan kepada RRI.co.id , Selasa, 23 Juni 2026,
Meski meraih hasil membanggakan, Purwo menegaskan belum ada atlet Indonesia yang dipastikan lolos ke Asian Para Games 2026. Perolehan poin masih akan dihitung hingga akhir periode kualifikasi pada 31 Juli 2026.
Ia mengatakan tim pelatih masih menargetkan sebanyak mungkin atlet untuk mengamankan tiket ke Asian Para Games. Untuk itu, Indonesia akan kembali mengikuti kejuaraan internasional di Meksiko pada akhir Juli mendatang guna menambah poin kualifikasi.
Salah satu peraih medali emas, Alfin Nomleni, mengaku bangga atas pencapaiannya di nomor 400 meter putra T20. Atlet asal Nusa Tenggara Timur itu menilai kondisi cuaca di Tunisia cukup mendukung sehingga membantunya tampil maksimal.
Meski berhasil menjadi juara dengan catatan waktu 48,82 detik, Alfin belum merasa puas. Ia bertekad terus meningkatkan performa demi mewujudkan target tampil di Asian Para Games dan Paralimpiade.
"Saya masih ingin memperbaiki lagi catatan waktunya. Harus lebih baik lagi karena saya ingin lolos ke Asia dan impian saya bisa lolos ke Paralimpiade," ucap Alfin.
Semangat serupa juga ditunjukkan Ansyari yang meraih medali emas pada nomor lempar lembing putra F41. Ia mengaku masih ingin memperbaiki jarak lemparannya setelah merasakan ketatnya persaingan, terutama dari atlet-atlet Kuba.
"Lemparan saya kemarin tidak turun dari limit sebelumnya, tetapi Insya Allah di event selanjutnya bisa lebih jauh lagi. Saya ingin lolos ke Asian Para Games 2026 dan mendapatkan medali di sana," ucap Ansyari.
Setelah tampil di Tunisia, para atlet Indonesia akan kembali menjalani pemusatan latihan di Solo sebelum bertolak ke Meksiko. Kejuaraan tersebut menjadi kesempatan terakhir untuk mengumpulkan poin menuju Asian Para Games 2026 yang akan berlangsung di Nagoya, Jepang, pada 18-24 Oktober.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....