Indonesia Siap Gelar Kejuaraan Renang Perairan Terbuka Terbesar Asia di Bali

  • 04 Jun 2026 18:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia akan menjadi tuan rumah 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A•STREAM OWS Series Bali 2026 pada 13-15 Juni.
  • Sebanyak 128 atlet dari 18 negara Asia akan berlaga dalam kejuaraan Asia, sementara A•STREAM OWS Series diikuti sekitar 300 peserta.
  • Ajang ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dan Bali sebagai destinasi unggulan sport tourism di kawasan Asia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia terus mematangkan persiapan menjelan 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A•STREAM OWS Series Bali 2026. Dua ajang renang perairan terbuka tersebut berlangsung di Pantai Hotel Intercontinental Bali Resort, Jimbaran, Bali, 13-15 Juni 2026.

Kejuaraan ini menjadi salah satu ajang renang perairan terbuka terbesar di Asia. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism di kawasan.

Sebanyak 17 negara Asia dipastikan ambil bagian dalam 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026. Total sebanyak 128 atlet akan bersaing, termasuk para perenang nasional Indonesia.

Sementara itu, A•STREAM OWS Series Bali 2026 akan diikuti sekitar 300 peserta. Peserta berasal dari berbagai kategori, mulai dari atlet elite, kelompok umur, master, hingga masyarakat umum.

Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan kehormatan bagi Indonesia. Menurutnya, ajang tersebut juga menjadi kesempatan bagi atlet nasional untuk menambah pengalaman bertanding di level internasional.

"Kami bangga mendapat kehormatan dipercaya Asia Aquatics menjadi tuan rumah ajang OWS terbesar di Asia. Sebelumnya kami juga sukses menggelar ajang OWS tingkat Asia Tenggara di Bali," kata Anindya, Kamis, 4 Juni 2026.

Anindya berharap penyelenggaraan kejuaraan ini dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak lokasi potensial untuk pengembangan sport tourism berbasis olahraga akuatik.

"Semoga ini juga memberi banyak kontribusi bagi pariwisata. Indonesia memiliki banyak spot terbaik untuk menjadi tempat event sport tourism, termasuk OWS dan olahraga akuatik lainnya," ujarnya.

Dukungan juga datang dari Kementerian Pariwisata. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menilai event internasional dapat menjadi sarana efektif, mempromosikan destinasi wisata Indonesia kepada dunia.

"Kami sangat mendukung dan senang dapat berkolaborasi untuk mempromosikan destinasi Indonesia. Bukan hanya Bali tetapi juga berbagai destinasi lainnya di Tanah Air," kata Widiyanti dihadapan RRI.co.id , hari ini.

Menurutnya, kejuaraan renang perairan terbuka bertaraf internasional dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism di Asia. Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, mengatakan kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan hasil dari komitmen jangka panjang. Ia menilai ajang ini juga menjadi kesempatan memperkenalkan keindahan alam dan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.

"Bali menawarkan arena kompetisi yang sangat baik untuk cabang open water swimming. Kami ingin para atlet dan delegasi merasakan pengalaman bertanding yang aman, profesional, dan berkesan," kata Harlin.

Sementara itu, rasa optimisme hadir dari Ketua Panitia Pelaksana A•STREAM OWS Series Bali 2026, Kiki Taher. Ia menilai kegiatan ini akan menjadi etalase kemampuan Indonesia dalam mengelola event olahraga perairan terbuka berstandar internasional.

"12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 merupakan kesempatan besar bagi Indonesia menunjukkan bahwa kita memiliki destinasi perairan kelas dunia yang layak menjadi pusat penyelenggaraan olahraga internasional. Melalui Bali, kami ingin menghadirkan pengalaman kompetisi yang profesional, aman, dan berkesan bagi seluruh peserta dari Asia," ujar Kiki, Ketua Panitia Pelaksana, yang sekaligus Ketua Branding Marketing PB Akuatik Indonesia.

Pada nomor kejuaraan Asia, para atlet akan bersaing di nomor 5.000 meter dan 10.000 meter sesuai regulasi internasional. Indonesia juga akan menurunkan atlet-atlet terbaiknya untuk bersaing dengan perenang elite dari berbagai negara Asia.

Atlet nasional renang perairan terbuka, Aflah Fadlan Prawira, menyambut positif penyelenggaraan interasional ini di Indonesia. Fadlan berharap kejuaraan serupa dapat terus digelar di berbagai destinasi wisata Tanah Air.

"Yang pasti senang karena selain dari segi kompetisi OWS, ini juga bagus untuk promosi pariwisata Indonesia. Semoga tidak hanya di Bali, tetapi juga daerah lain yang memiliki pantai-pantai indah," kata Fadlan.

Melalui penyelenggaraan ini, Indonesia berharap dapat memperkuat posisi sebagai tuan rumah event olahraga internasional. Kehadiran atlet, ofisial, media, dan wisatawan dari berbagai negara juga diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, UMKM, dan perekonomian lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....