Devin/Faathir Gugur di Babak 32 Besar Australia Open 2026

  • 09 Jun 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ganda Putra-Babak 32 Besar: Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan vs Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai (Hong Kong) 17-21, 21-11, 13-21
  • Pertandingan berlangsung selama 44 menit di Quaycentre, Sydney, Selasa 9 Juni 2026
  • Di gim ketiga, pasangan Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai mencetak enam poin beruntun untuk membuka dan mencetak tujuh poin beruntun untuk menutup permainan

RRI.CO.ID, Sydney – Ganda putra Indonesia, Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan gugur di babak 32 besar Australia Open 2026. Devin/Faathir kalah dari wakil Hong Kong, Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai dalam rubber match 17-21, 21-11, 13-21.

Berdasarkan laman BWF, pertandingan kedua ganda berlangsung relatif cepat, 44 menit di Quaycentre, Sydney, Selasa 9 Juni 2026. Devin/Faathir kehilangan pijakan sejak memulai gim ketiga.

Gim pertama berjalan ketat dengan kedua ganda saling berjual beli poin hingga kedudukan 11-11. Akan tetapi, pasangan Hung/Lui mampu tampil lebih dominan selepas jeda dengan mencatatkan empat poin beruntun dan merebut gim.

Sementara di gim kedua, pasangan Indonesia justru tampil dominan. Devin/Faathir membukan gim dengan mencetak delapan poin secara beruntun, merebut interval, dan menang telak.

Gim ketiga berubah menjadi bencana bagi pasangan Indonesia saat Hung/Lui membuka permainan dengan mencetak enam poin secara berturut-turut. Devin/Faathir hampir menyamakan kedudukan poin 11-12, tapi pasangan Hong Kong balik menyerang.

Hung/Lui mencetak tujuh poin secara beruntun untuk merebut gim ketiga. Mengakhiri pertandingan dengan kekalahan telak pasangan Indonesia.

“Terutama di gim ketiga tadi startnya ketinggalan. Sama seperti minggu lalu di Indonesia Open, sama kesalahannya. Mainnya tiba-tiba berubah dari gim kedua, banyak bikin kesalahan sendiri,” ujar Devin seusai pertandingan.

Ia menilai bahwa ini menjadi evaluasi yang perlu diselesaikannya bersama pasangan. “Kami harus belajar bagaimana mengatasi situasi ketika sedang ketinggalan,” pungkas pebulu tangkis berusia 19 tahun tersebut.

Sedangkan menurut Ali Faathir Rayhan bahwa ia dan pasangan masih belum memiliki konsistensi fokus dan cara permainan. “Kami tadi sempat mengejar tapi jauh lagi poinnya, belum bisa konsisten fokusnya dan cara mainnya,” ucapnya.

“Ini jadi evaluasi dan pelajaran kami ke depan. Selain itu kami tidak boleh monoton polanya, harus bisa baca pola lawan lalu cari cara ngelawannya,” pungkas ganda putra ranking 37 dunia itu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....