Pecah Telur, Atlet Indonesia Putra Raih Emas Lead World Climbing Series Praha 2026

  • 08 Jun 2026 04:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • * Putra Tri Ramadani meraih medali emas nomor lead World Climbing Series Praha dengan skor 43.
  • * Kemenangan tersebut mengakhiri penantian Indonesia meraih medali nomor lead pada ajang tersebut.
  • * Wahyu Pristiawan Buntoro menyebut keberhasilan itu hasil kerja keras seluruh tim nasional.

RRI.CO.ID, Praha - Putra Tri Ramadani (Indonesia) meraih medali emas nomor lead World Climbing Series Praha 2026. dengan skor 43. Keberhasilan tersebut mengakhiri penantian panjang tim panjat tebing Indonesia pada nomor lead di ajang dunia bergengsi.

Atlet yang akrab disapa Srondeng itu menjadi terbaik, setelah 'pecah telur' di final, meraih emas mengalahkan atlet-atlet dunia. Medali perak diraih Neo Suzuki (Jepang) dengan nilai 39, sedangkan perunggu menjadi milik Jakob Schubert (Austria) nilai 37.

Final nomor lead berlangsung di Praha, Ceko, pada Minggu, 7 Juni 2026 waktu setempat . Sejenak, ia memetakan rute yang diramu route setter di partai final. Putra memikirkan strategi terbaik untuk menaklukkan jalur tersebut.

Inilah jalur yang dilalui atlet Indonesia, Putra Tri Ramadani dalam meraih medali emas nomor lead World Climbing Series Praha 2026, Minggu, 7 Juni 2026, ( Foto: Humas FPTI)

Langkahnya mantap. Tangan dan kakinya perlahan-lahan menyusuri climbing holds (pegangan) dengan berbagai bentuk dan ukuran yang terpasang rapi, namun menantang.

Kesabaran dan kegigihannya membantunya mencapai hasil terbaik pada babak penentuan, setelah menghadapi lintasan sulit tersebut. Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia Wahyu Pristiawan Buntoro menilai pencapaian tersebut hasil kerja keras seluruh tim.

Ia menyebut kontribusi pelatih ofisial dan atlet terbangun selama bertahun-tahun dalam pengembangan nomor lead nasional.

"Emas dari Srondeng ini memberi gambaran kerja keras seluruh tim di Pelatnas," kata Manager FPT, Wahyu Pristiawan usai mendampingi para atlet,meraih emas, Senin dini hari Waktu Indonesia Barat, 8 Juni 2026.

"Ini menjadi catatan sejarah kita semua bahwa nomor lead berhasil menjadi juara dunia. Dan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kemampuan atlet-atlet muda di nomor lead," kata Wahyu.

Putra sendiri mengaku sangat bahagia, setelah meraih emas pertamanya pada ajang tersebut di level dunia. Ia sekaligus mencatat final kedua sepanjang penampilannya pada rangkaian kompetisi World Climbing Series sejauh ini.

"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama saya. Saya sangat bahagia. Jalur final sangat sulit terutama di bagian atas sampai tangan saya pump," ujar Putra usai meraih emas untuk Indonesia dalam keterangan kepada RRI.co.id .

Putra menilai masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki demi konsistensi penampilan pada kompetisi berikut. Fokus pembenahan mencakup pengamatan jalur serta pengendalian tekanan saat bertanding pada level kompetisi internasional mendatang.

"PRnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," kata dia. Pada final Putra bersaing melawan tujuh pemanjat unggulan dari berbagai negara peserta kompetisi tingkat dunia.

Dalam babak final, Putra harus bersaing dengan tujuh atlet panjat tebing top dunia lainnya. Mereka adalah Sorato Anraku (Jepang), Adam Ondra (Ceko), Luka Potocar (Slovenia), Filip Schenk (Italia), Jakob Schubert (Austria). Diikuti, Neo Suzuki (Jepang), serta Satone Yoshida (Jepang).

Pemanjat asal Jawa Timur Putra Tri Ramadani menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada babak final. Dua atlet putra lainnya, Raviandi Ramadhan dan Ravianto Ramadhan harus gugur di babak kualifikasi.

Sementara, di nomor lead putri, satu atlet berhasil masuk semifinal yakni Alma Ariella Tsany. Sedangkan Lintang Cahyani Sukma terhenti di babak kualifikasi.

Ini merupakan kedua kalinya atlet Putra masuk babak final World Climbing Series. Sebelumnya, ia berhasil masuk final ketika bertanding di World Climbing Series Koper, Slovenia, 5-6 September 2025.

Sayangnya, Putra belum berhasil membawa pulang medali saat itu. Putra berada di peringkat enam pada final tersebut dengan mengumpulkan skor 40+.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....