Senny Marbun Terpilih Sebagai Presiden APSF Periode 2026-2030
- 07 Jun 2026 03:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Senny Marbun resmi memimpin organisasi ASEAN Para Sports Federation setelah unggul dalam pemungutan suara.
- Presiden terpilih berkomitmen menyetarakan dukungan fasilitas olahraga bagi seluruh penyandang disabilitas Asia Tenggara.
- Federasi regional merancang program pembinaan atlet muda guna mencegah terjadinya kesenjangan generasi prestasi.
RRI.CO.ID, Solo - Senny Marbun resmi terpilih sebagai Presiden ASEAN Para Sports Federation (APSF) kepengurusan periode 2026-2030. Ia memenangi pemungutan suara tersebut setelah berhasil mengungguli perolehan suara dari calon asal Thailand.
Senny memperoleh tujuh suara sedangkan kompetitor bernama Maitree Kongruang hanya mampu mengamankan empat suara. Pemilihan pengurus baru tersebut terlaksana secara demokratis bertempat di Grand Ballroom Hotel Alila Solo.
Agenda pemungutan suara tingkat regional tersebut diselenggarakan secara resmi pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Hasil pemilihan membuat Senny resmi menggantikan Osoth Bhavilai yang memimpin organisasi selama sepuluh tahun.
Struktur kepengurusan baru bagi organisasi olahraga difabel ini diisi oleh perwakilan dari berbagai negara. Empat perwakilan negara tetangga akan mengemban jabatan penting sebagai wakil presiden pada bidang berbeda.
Jabatan bendahara organisasi akan diisi oleh Ali Yusri Abdul Ghafur yang berasal dari Brunei Darussalam. Sementara posisi sekretaris jenderal akan ditempati oleh perwakilan asal Indonesia yaitu Sukanti Rahardjo Bintoro.
Presiden terpilih ASEAN Para Sports Federation (APSF) Senny Marbun berkomitmen meningkatkan kualitas prestasi olahraga disabilitas regional. Ia ingin negara tetangga dapat meniru keberhasilan Indonesia dalam membina atlet difabel di kancah dunia.
"Saya ingin prestasi negara-negara di Asia Tenggara lebih maju lagi kedepannya. Karena kalau melihat (prestasi) Indonesia, sebenarnya sudah melampaui batas ya. Kita sudah pernah juara tiga kali berturut-turut di ASEAN Para Games, dan capaian medali Indonesia juga bagus di Paralympic. Sekarang saya ingin negara-negara Asia Tenggara mengikuti jejak Indonesia agar bisa terus melangkah kedepan," kata Senny Marbun.
Senny menilai perhatian pemerintah dari beberapa negara Asia Tenggara terhadap kaum difabel masih minim. Ia bertekad mendorong negara tersebut agar menaruh kepedulian tinggi layaknya dukungan luar biasa pemerintah Indonesia.
"Seperti yang kita tahu bahwa negara-negara di ASEAN itu masih banyak yang memarjinalkan masyarakat difabel. Itu yang perlu kita bangkitkan semangat negara-negara tersebut agar bisa seperti Indonesia, karena kita dahulu juga sama-sama termarjinalkan, tetapi kemudian Indonesia sudah luar biasa. Bahkan kita sekarang sudah memiliki lahan sepuluh hektar untuk training center. Itu yang perlu kita tularkan kepada negara negara lain," ujarnya.
Dia berencana mendatangi langsung jajaran otoritas pemerintah asing yang belum memberikan perhatian memadai bagi disabilitas. Upaya tersebut dilakukan demi mengangkat derajat para penyandang disabilitas di seluruh wilayah Asia Tenggara.
"Kita akan coba. Saya akan coba datang ke negara-negara yang belum disentuh oleh pemerintahnya. Saya akan coba meminta kepada negaranya untuk mengangkat harkat martabat masyarakat difabel, seperti yang sudah dilakukan di Indonesia," katanya.
Wakil Presiden Bidang Olahraga dan Teknis APSF Teo-Koh Sock Miang memaparkan rencana kerja organisasi. Ia menjelaskan program jangka pendek dan jangka panjang untuk kemajuan prestasi seluruh anggota federasi.
"Kita harus mengakui bahwa masih ada negara-negara yang belum siap dan belum mampu menyelenggarakan kompetisi multievent yang mencakup banyak cabang olahraga. Maka kita akan mendorong negara-negara tersebut untuk menggelar single event, agar bidang-bidang yang lain ikut terangkat, seperti misalnya klasifier-nya, tenaga teknis lapangan atau leadership-nya, melalui sejumlah pelatihan-pelatihan. Jadi pada intinya kita bisa maju bersama-sama," kata Teo-Koh Sock Miang.
Teo-Koh menambahkan program pembinaan atlet muda sangat krusial untuk mencegah terjadinya kekosongan regenerasi. Ia mendorong penyelenggaraan ajang olahraga khusus bagi atlet pemula demi mempersiapkan masa depan olahraga.
"Kita harus sadar untuk mulai memperhatikan generasi berikutnya, agar tidak terjadi generation gap. Kita mulai memikirkan untuk bisa menyelenggarakan youth games. Jadi, kejuaraan untuk atlet-atlet pemula atau atlet muda," ucap Teo-Koh Sock Miang.
APSF EXECUTIVE COMMITTEE 2026–2030
Presiden
- Senny Marbun (Indonesia)
Wakil Presiden
- Dr Teo-Koh Sock Miang (Singapore) – Sports and Technical Committee
- Michael Barredo (Philippines) – Media and Communications Committee
- Dr Than Than Htay (Myanmar) – Medical and Sports Science Committee
- H.E. Yi Veasna (Cambodia) – Development and Strategic Management Committee
Sekretaris Jenderal
- Sukanti Rahardjo Bintoro (Indonesia)
Bendahara
- Ali Yusri Abdul Ghafor (Brunei Darussalam)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....