NPC Indonesia Apresiasi Pelatihan Penggerak Olahraga Disabilitas
- 11 Mei 2026 22:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NPC Indonesia memberikan apresiasi kepada Kemenpora atas pelaksanaan program pelatihan penggerak olahraga disabilitas nasional.
- Erick Thohir mendorong peningkatan jumlah pelatih olahraga disabilitas secara berkelanjutan untuk menjaring bibit atlet berprestasi.
- Kejaksaan Agung RI memperkenalkan aplikasi JAGAIN guna memantau perkembangan data para atlet disabilitas seluruh Indonesia.
RRI.CO.ID, Karanganyar - NPC Indonesia mengapresiasi program pelatihan penggerak olahraga disabilitas guna mendukung potensi atlet daerah secara nasional. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan kegiatan tersebut guna meningkatkan kualitas pembinaan pada tingkat lokal.
Acara ini mengundang ratusan peserta terpilih dari berbagai wilayah guna mengikuti bimbingan teknis secara intensif. Lokasi pelaksanaan berada di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) serta sebuah hotel ternama kawasan Solo.
Para penggerak tersebut berasal dari 29 provinsi berbeda yang dididik untuk mendeteksi potensi atlet daerah. Seluruh pelatih mendapatkan materi beragam dari para pakar selama proses bimbingan teknis berlangsung tiga hari.
Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun menyampaikan pujian atas inisiasi program pelatihan tersebut. Ia menilai langkah ini sangat penting demi menunjang kemajuan ekosistem olahraga nasional bagi kaum difabel.
"Kegiatan ini memiliki arti yang sangat strategis bagi NPC Indonesia. Selama ini kita memahami bahwa tantangan terbesar pembinaan olahraga disabilitas bukan hanya soal kompetisi atau prestasi, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran akses dan kesempatan yang merata bagi penyandang disabilitas di Indonesia," kata Senny Marbun dalam sambutannya di Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas bertajuk “BERDAYA” untuk pelaku olahraga disabilitas, Senin, 11 Mei 2026.
"Kita tahu itu sulit, tetapi tidak ada yang sulit jika kita mau, karena Indonesia sudah luar biasa saat ini, sudah bergerak maju. Kita berterima kasih kepada bapak Menpora Erick Thohir, baru pertama kali diselenggarakan untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya," ujar Senny Marbun.
Senny berharap para peserta mampu memberikan kontribusi nyata setelah kembali ke wilayah asal masing-masing nantinya. Ia menegaskan masih banyak anak disabilitas yang memiliki bakat besar namun belum mendapat ruang tepat.
"Saya berharap teman-teman yang ikut pendidikan ini jangan cuma sekadar ikut, tetapi lakukan yang terbaik di daerahnya masing-masing. Masih banyak anak-anak disabilitas Indonesia yang memiliki potensi besar, namun belum mendapatkan ruang pembinaan yang tepat," ucap Senny.
"Untuk menciptakan banyak atlet, perlu yang namanya pelatih. Tidak mungkin pembangunan atlet dari daerah tidak dikawal figur-figur yang mengerti bagaimana cara melahirkan atlet. Alhamdulillah, hari ini kita coba akan mensertifikasi, agar mereka kembali ke daerah menjadi kualifikasi, diterima untuk menjadi pakar kepelatihan," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.
"Saya tahu jika 200 orang ini saja tidak cukup, kita akan coba nanti tambah 100 lagi dan kalau bisa setiap tahun akan terus bertambah. Semakin banyak pelatih akan semakin bagus, karena jumlah atlet akan semakin banyak," ujarnya.
Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani mengenalkan aplikasi pendataan bernama JAGAIN. Inovasi teknologi tersebut berfungsi memantau perkembangan atlet dari masa aktif hingga memasuki masa pensiun mereka.
"Dengan metode data base ini harapannya kita bisa melihat atlet-atlet mana yang muncul ataupun yang pensiun. Di sistem ini juga ada metode pra pelatihan jarak jauh. Jadi, apa yang dilatih di daerah masing-masing bisa terkoneksi langsung ke NPC Indonesia. Para pelatih sampai ketua umum bisa memantau perkembangan atlet disabilitas di setiap daerah," ucap Reda Manthovani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....