Kevin Sanjaya Optimistis Masa Depan Ganda Putra Indonesia Cerah
- 05 Jun 2026 17:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kevin Sanjaya menilai ganda putra muda Indonesia memiliki potensi besar dan peluang bersaing di level dunia jika mampu menjaga konsistensi performa.
- Menurut Kevin, pemain muda dapat berkembang melalui budaya latihan yang terbuka serta teladan langsung dari para senior.
- Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melaju ke semifinal Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan wakil Jepang dalam pertandingan tiga gim yang ketat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Mantan pemain nomor satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo menilai ganda putra muda Indonesia memiliki prospek menjanjikan kedepannya. Menurutnya, sejumlah pasangan muda telah menunjukkan kemampuan bersaing melalui prestasi pada berbagai turnamen internasional sepanjang musim.
Ia mengatakan para pemain muda tersebut telah membuktikan kualitas dengan meraih gelar juara serta menembus semifinal turnamen bergengsi. Capaian tersebut menunjukkan mereka memiliki modal kuat untuk terus berkembang dan bersaing pada level dunia.
"Pastinya mereka punya potensi untuk bisa naik ke atas dan mereka sudah membuktikan kemampuan melalui prestasi turnamen. Mereka cukup sering masuk semifinal dan meraih gelar sehingga peluang berkembang ke level tertinggi sangat terbuka," ujarnya saat ditemui wartawan di Istora Senayan GBK, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi peningkatan performa agar mampu bersaing dengan pasangan terbaik dunia. Ia menilai proses pengembangan kemampuan harus terus dilakukan untuk mencapai target meraih gelar pada level tertinggi.
Selain menyoroti prestasi pemain muda, Kevin juga menjelaskan hubungan antara atlet junior dan senior di lingkungan latihan. Ia menegaskan suasana latihan berlangsung terbuka sehingga para pemain muda dapat berinteraksi dengan nyaman bersama senior.
"Kami berlatih bersama setiap hari sehingga sebenarnya tidak ada batasan antara pemain junior maupun senior. Kami selalu terbuka untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan membantu mereka beradaptasi dalam lingkungan latihan," katanya.
Ia mengakui sebagian pemain muda sempat merasa canggung ketika pertama kali bergabung bersama para senior. Namun, menurutnya kondisi tersebut akan berkurang seiring meningkatnya intensitas latihan dan komunikasi di dalam tim.
Mengenai pentingnya peran senior, ia menilai pemain muda lebih banyak belajar melalui contoh nyata dibandingkan arahan verbal. Menurutnya, kebiasaan latihan, disiplin, dan sikap saat bertanding menjadi pelajaran berharga bagi atlet junior.
"Saya juga pernah berada pada posisi sebagai pemain junior yang banyak memperhatikan senior setiap harinya. Cara berlatih, menjalani kehidupan atlet, dan menghadapi pertandingan menjadi contoh yang dapat langsung diterapkan," ucapnya.
Sementara itu, Ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, berhasil melaju ke semifinal Indonesia Open 2026. Keduanya menaklukkan wakil Jepang melalui pertandingan sengit tiga gim dengan skor 16-21, 24-22, dan 21-18.
Pasangan muda Indonesia tersebut sempat tertinggal setelah kehilangan gim pertama dari lawannya. Namun, mereka mampu bangkit dan membalikkan keadaan melalui pertarungan ketat pada dua gim berikutnya.
"Puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan dengan lancar dan tidak mengalami cedera sepanjang laga hari ini. Menurut saya pertandingan berlangsung luar biasa dan kami bersyukur mampu meraih kemenangan setelah melalui perjuangan sangat berat," ujar Nikolaus Joaquin saat ditemui wartawan usai pertandingan Indonesia Open 2026, Istora Senayan GBK, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....