Ganda Putra Fajar/Fikri Akui Kesulitan Hadapi Raymond/Joaquin

  • 02 Apr 2026 07:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tercatat tiga kali berhadapan dengan pasangan sesama penghuni pelatnas Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dimana mereka selalu menelan kekalahan
  • Fajar/Fikri bertekad memperbaiki hasil di Badminton Asia Championships dan menghindari kekalahan keempat dari rekan sendiri.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tercatat tiga kali berhadapan dengan pasangan sesama penghuni pelatnas Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Mereka selalu menelan kekalahan, dengan ketidakhadiran pelatih yang lazim terjadi dalam laga sesama Merah Putih menjadi salah satu kendala.

Fajar/Fikri pertama kali kalah dari Raymond/Joaquin pada final Australian Open 2025. Kemudian kembali kalah di perempat final Indonesia Masters 2026, dan terakhir di babak kedua All England 2026.

"Evaluasi Eropa, banyak yang harus dievaluasi terutama ketika berhadapan dengan teman sendiri yang tidak didampingi sama pelatih. Kadang-kadang juga kita sedikit blank, bagaimana kelemahan lawan," kata Fajar di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, yang dilansir laman djarum, Kamis 2 April 2026.

Meskipun lawan juga sama, Fajar merasakan perbedaan besar ketika ada pelatih dan tidak. Karena intensitas latihan bersama membuat lawan memahami kelemahan yang kemudian dimaksimalkan.

Fajar menambahkan bahwa evaluasi juga diperlukan saat menghadapi pasangan-pasangan muda dengan speed dan power luar biasa. Tentang bagaimana caranya bisa mengantisipasi semua itu dengan cepat.

Fajar/Fikri telah mencoba mengubah pola permainan namun mengakui Raymond/Joaquin tampil luar biasa dengan speed dan power yang sangat bagus. Seusai menjalani All England 2026, Fajar/Fikri langsung mengalihkan fokus pada Badminton Asia Championships 2026 di Ningbo, Tiongkok, 7-12 April.

Berdasarkan hasil undian sementara, mereka akan bertanding melawan wakil Thailand Pharanyu Kaosamaang/Tanadon Punpanich di babak pertama turnamen bergengsi tersebut. "Persiapannya sudah cukup baik, sudah ada waktu dua-tiga minggu," katanya.

"Jadi kita lebih siap lagi, tinggal nanti aja di pertandingan kita bagaimana mempraktikkannya." Fajar menilai intensitas latihan bersama membuat lawan memahami kelemahan yang kemudian dimaksimalkan dalam pertandingan.

Pasangan Raymond/Joaquin yang notabene lebih muda memiliki keunggulan speed dan power yang menjadi tantangan tersendiri bagi Fajar/Fikri yang lebih senior. Namun Fajar/Fikri bertekad memperbaiki hasil di Badminton Asia Championships dan menghindari kekalahan keempat dari rekan sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....