Amri/Nita Soroti Kesalahan Sendiri, usai Tersingkir di Indonesia Open 2026

  • 04 Jun 2026 11:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • • Kesalahan sendiri pada poin-poin akhir gim pertama menjadi evaluasi utama pasangan Indonesia.
  • • Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah kalah dari Guo Xin Wa/Chen Fang Hui pada babak kedua.
  • • Nita menilai variasi servis pasangan Tiongkok menjadi salah satu kendala sepanjang pertandingan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Amri Syahnawi/ Nita Violina Marwah tersingkir pada babak kedua turnamen bulu tangkis Indonesia Open 2026, Kamis, 4 Juni 2026. Ganda campuran Indonesia, Amri/ Nita harus mengakui ketangguhan pasangan Tiongkok, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui di Istora, Senayan, Jakarta.

Amri/Nita menelan kekalahan dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 9-21 pagi tadi. Hasil tersebut menghentikan langkah wakil Indonesia pada turnamen berlevel tinggi tersebut.

Pasangan Indonesia sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketat sepanjang jalannya gim pertama. Kedua pasangan saling mengejar perolehan angka hingga kedudukan imbang, 16-16 menjelang akhir.

Kesalahan sendiri pada poin-poin krusial, kemudian memengaruhi jalannya pertandingan pasangan Indonesia. Situasi tersebut membuat lawan memperoleh kepercayaan diri lebih besar pada fase penentuan.

Amri Syahnawi menyampaikan evaluasi permainan seusai pertandingan berakhir di Istora Senayan. Ia menilai banyak kesalahan sendiri menjadi faktor utama kekalahan pasangan Indonesia.

“Pada gim pertama sebenarnya sudah baik; memulai dengan baik, tapi ada kesalahan-kesalahan yang kita buat bikin mereka lebih percaya diri. Kitanya tertekan gara-gara banyak melakukan kesalahan, buang bola salah sendiri itu yang buat kita tidak percaya diri,” ujar Amri seusai pertandingan dihadaoan RRI.co.id , Kamis, 4 Juni 2026.

Memasuki gim kedua, pasangan Tiongkok terus memberikan tekanan melalui permainan agresif. Pasangan peringkat tujuh dunia tersebut memanfaatkan momentum untuk memperlebar keunggulan angka.

Nita Violina Marwah kemudian menyoroti pola servis lawan yang menyulitkan penerimaan bola. Ia menilai variasi tempo servis membuat pasangan Indonesia beberapa kali terkecoh.

“Mereka poin di servisnya bagus banget; kadang servisnya dilambatkan sama mereka, kadang servisnya langsung (cepat). Kalau aku sendiri itu, ganggu banget seperti itu, karena kadang kita udah siap (untuk menerima servis), tapi mereka lama-lamain,” ucap Nita.

Ia juga membandingkan pola permainan lawan dengan pertemuan sebelumnya pada kesempatan berbeda. Menurutnya, variasi servis tersebut lebih sering digunakan sepanjang pertandingan kali ini.

“Pada pertandingan sebelumnya, mereka juga melakukan hal serupa, tapi tidak sesering ini. Tadi tuh hampir setiap poin mereka seperti itu.” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....