Indonesia Tuan Rumah 1st Asian Gym for Life Challenge 2026 di Yogyakarta
- 03 Jun 2026 14:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah 1st Asian Gym for Life Challenge 2026 di Yogyakarta.
- ada penyelenggaraan terakhir, sekitar 1.500 atlet berpartisipasi dibandingkan 350 atlet pada edisi perdana.
- Event itu dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta pada 15-18 Oktober 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Gimnastik Indonesia (PB FGI) Ita Yuliati bertemu Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. Pertemuan berlangsung di Kantor KONI Pusat, Senayan, Rabu, 3 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, Ita melaporkan Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah 1st Asian Gym for Life Challenge 2026. Keputusan tersebut diambil setelah Thailand mengundurkan diri dari penyelenggaraan ajang tersebut.
Komite Eksekutif Asian Gymnastics Union (AGU) kemudian memberikan kepercayaan kepada Indonesia sebagai penyelenggara. Event itu dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta pada 15-18 Oktober 2026.
Ita menjelaskan Gymnastics for All merupakan kegiatan yang mengusung konsep festival olahraga. "Gymnastics for All ini merupakan gimnastik untuk semua kalangan yang konsepnya seperti festival," katanya.
Menurut Ita, Yogyakarta dipilih karena memiliki daya tarik pariwisata yang kuat. "Karena itu, kami diminta dan siap untuk menjadi tuan rumah," ujarnya.
Ia juga memastikan penyelenggaraan ajang tersebut dilakukan secara mandiri. Dukungan sponsor disebut menjadi penopang utama pelaksanaan kegiatan internasional itu.
Selain membahas agenda internasional, PB FGI turut melaporkan perkembangan pembinaan atlet nasional. Salah satu program unggulan yang terus dijalankan adalah turnamen Indonesia Open.
Ita menyebut Indonesia Open selalu mendapat perhatian besar dari para atlet muda. "Ini adalah event yang sangat ditunggu-tunggu oleh para atlet," ucapnya.
Jumlah peserta Indonesia Open menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada penyelenggaraan terakhir, sekitar 1.500 atlet berpartisipasi dibandingkan 350 atlet pada edisi perdana.
Menanggapi laporan tersebut, Marciano Norman menyampaikan apresiasi kepada PB FGI. Ia menilai organisasi tersebut konsisten menjalankan pembinaan atlet dan program kerja.
Marciano juga memberikan penghargaan atas kemampuan PB FGI menjalankan kegiatan secara mandiri. Menurutnya, dukungan terhadap cabang olahraga berprestasi harus terus diperkuat.
"Kita harus mendukung penuh induk cabang olahraga yang aktif bekerja mengantar atlet meraih prestasi untuk Indonesia," katanya. Ia menilai gimnastik memiliki prospek besar karena mempertandingkan banyak nomor.
Karena itu, pembinaan atlet sejak usia dini perlu terus diperluas. "Ke depan, kita harus bertumpu pada cabang olahraga gimnastik karena nomor pertandingannya sangat banyak," ujar Marciano.
Pada akhir pertemuan, Marciano mengingatkan pentingnya persiapan menghadapi agenda nasional mendatang. Fokus tersebut mencakup PON Indoor 2027 dan PON Remaja 2027.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....