Maula Saya Unggul pada Laga Perdana DETEC Grup J30 Sukoharjo

  • 25 Mei 2026 23:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Maula Saya memenangi pertandingan pertama babak penyisihan grup turnamen junior di Sukoharjo.
  • Turnamen DETEC International Junior Championship 2026 menerapkan format baru dari federasi tenis internasional.
  • Sistem penyisihan grup memberikan efisiensi biaya pendaftaran dan memperbanyak kuantitas pertandingan bagi para atlet.

RRI.CO.ID, Sukoharjo - Petenis putri Maula Saya memenangi laga perdana babak grup kejuaraan junior internasional di Sukoharjo Jawa Tengah. Atlet remaja tersebut menundukkan Getsa Zainine dua set langsung dengan skor enam dua dan enam satu.

Kejuaraan bertajuk DETEC International Junior Championship 2026 ini menerapkan format kompetisi terbaru dari federasi tenis dunia. Penyelenggara resmi merilis data hasil pertandingan babak penyisihan tersebut pada hari Senin, 25 Mei 2026.

Maula Saya yang merupakan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Azhar Serang menjadi unggulan kelima tunggal putri. Petenis berusia 14 tahun tersebut sangat menyukai format baru yang diterapkan oleh pihak penyelenggara turnamen.

"Poin juga dapet asal menang sekali di dalam (grup). Ya, bakal lebih capek aja. Misal ke final (single dan double) bisa aja dapet main tiga kali sehari. Jadi, harus nyiapin energi lebih banyak aja. Apalagi Sukoharjo panasnya lagi nyelekit banget, nih," ujar Maula.

Maula mengaku telah mempelajari format kompetisi baru tersebut saat ia bertanding pada turnamen di Singapura. Ajang besutan Deddy Prasetyo Tennis Club (DETEC) menjadi pionir penerapan format internasional tersebut di Indonesia.

"Serve saya lagi bagus. Lawan kesulitan dapetin bola-bola serve-nya. Backhand, dropshot, dan slice juga lebih unggul dan konsisten. Semangat terus juga," kata Maula.

Pertandingan kedua grup E akan mempertemukan Maula Saya dengan pemegang wild card bernama Joycelin Mangunsong. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Tenis Gelora Merdeka pada Selasa, 26 Mei 2026.

Format baru dari International Tennis Federation (ITF) ini resmi meniadakan babak eliminasi awal turnamen. Babak 32 besar dan 16 besar kini digantikan sistem penyisihan grup yang lebih kompetitif.

Setiap grup dihuni oleh empat petenis dengan total delapan grup pada kompetisi kategori J30 tersebut. Para atlet bersaing ketat selama tiga hari pertama demi memperebutkan tiket menuju babak perempat final.

Penentuan juara grup merujuk pada jumlah kemenangan serta rekor pertemuan langsung antara kedua petenis terkait. Persentase kemenangan game dan set akan menjadi penentu jika ada tiga petenis meraih poin sama.

Situs resmi organisasi melaporkan bahwa sistem penyisihan grup dapat meningkatkan kuantitas pertandingan internasional atlet junior. Para petenis muda berpeluang meraih target ideal 50 hingga 70 pertandingan kompetitif setiap tahun.

Sistem baru ini sangat menghemat biaya pendaftaran orang tua karena tarifnya tetap sebesar US$30. Direktur Eksekutif Tenis Junior, Veteran, dan Pantai ITF Matt Byford turut menyampaikan pandangan positifnya.

"Akses yang adil serta pertandingan yang lebih banyak akan mendekatkan para petenis junior dengan cita-citanya," kata Byford.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....