Pelatihan Klasifikasi Disabilitas Fisik Nasional Diikuti 45 Peserta

  • 21 Mei 2026 02:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenpora dan NPC Indonesia melatih 45 tenaga medis untuk menjadi klasifikator olahraga disabilitas nasional yang kompeten.
  • Pelatihan ini bertujuan meningkatkan akurasi pengelompokan atlet demi menjamin keadilan dalam setiap ajang pertandingan olahraga.
  • Pemerintah menargetkan ketersediaan tenaga ahli klasifikasi yang merata di seluruh provinsi guna menjaring bibit atlet potensial.

RRI.CO.ID, Solo - Sebanyak 45 orang dari 17 provinsi mengikuti pelatihan klasifikasi olahraga disabilitas fisik nasional di Kota Solo. Program intensif ini bertujuan meningkatkan efektivitas pencarian bibit atlet potensial untuk ajang olahraga prestasi internasional.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan kegiatan tersebut mulai Selasa, 19 Mei 2026, sampai Jumat mendatang. National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) turut berkolaborasi dalam mengelola pelatihan teknis bagi para tenaga medis.

Seluruh peserta wajib memiliki latar belakang sebagai fisioterapis atau dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik. Salah satu pemateri kegiatan tersebut adalah dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi Dr. dr. Retno Setianing.

"Selama ini saya menemui, terkadang ada atlet yang sudah dilatih, dibina dengan maksimal, tetapi ketika dibawa klasifikasi tidak memenuhi syarat, kan sayang sekali dengan proses pembinaan, dengan segala pembiayaannya, si atletnya juga sudah merasa masuk, tetapi ketika dibawa ke klasifikasi tidak masuk," kata Retno.

Keberadaan klasifikator kompeten sangat penting untuk memastikan setiap calon atlet memenuhi syarat fisik sebelum menjalani pembinaan. Retno menjelaskan peningkatan jumlah tenaga ahli akan mempermudah pemeriksaan awal terhadap penyandang disabilitas di daerah.

"Kita memang harus memperbanyak classifier, terutama classifier (disabilitas) fisik, supaya nanti ketika ada penyandang disabilitas yang tertarik untuk berolahraga dan mengikuti olahraga prestasi, teman-teman peserta yang sudah dilatih bisa melakukan pemeriksaan, bahwa calon-calon atlet ini memenuhi syarat," ujar Retno.

Peserta melakukan praktik lapangan di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) yang berada di wilayah Delingan, Kabupaten Karanganyar. Mereka wajib mengikuti ujian akhir untuk membuktikan kompetensi sebagai pengklasifikasi resmi di tingkat provinsi masing-masing.

"Setelah proses tersebut, kegiatan ini juga ada ujiannya, karena ini proses yang tidak main-main, tanggung jawab di daerahnya. Mereka harus lolos terlebih dahulu bahwa mereka sudah pantas untuk menjadi seorang classifier," ucap Retno.

Pelatihan tahap pertama ini difokuskan bagi perwakilan dari wilayah Indonesia bagian barat, Sumatra, Jawa, serta Kalimantan. Pelaksanaan pelatihan tahap kedua diinformasikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NPC Indonesia Rima Ferdianto, Rabu, 20 Mei 2026.

"Kita berharap pada kuartal ketiga nanti pelatihan klasifikasi disabilitas fisik nasional bisa digelar untuk daerah yang sekarang belum ikut. Kemungkinan kawasan Indonesia Timur bisa ikut di sekitar bulan September," ujar Rima.

Penambahan tenaga klasifikator nasional sangat dibutuhkan untuk memperkuat kesiapan kontingen Indonesia pada ajang olahraga internasional mendatang. Kebutuhan tenaga ahli tersebut ditegaskan Plt Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi Kemenpora Leny Kurnia.

"Kita sebenarnya membutuhkan banyak pelatih klasifikasi disabilitas ini. Nah, untuk sekarang ini kita juga istilahnya masih getok tular. Teman-teman mengikuti pelatihan ini atas rekomendasi dari pengurus cabang. Jadi diharapkan para peserta juga bisa mengajarkan ke rekan-rekan di daerahnya yang belum bisa mengikuti pelatihan di sini. Ilmunya bisa disebarkan ke teman-temannya," ucap Leny.

Sistem klasifikasi merupakan aspek vital yang membedakan kompetensi olahraga disabilitas dengan cabang olahraga umum bagi masyarakat luas. Pengelompokan berdasarkan jenis hambatan fisik tersebut menjamin seluruh atlet dapat bertanding secara adil sesuai kategori yang ditetapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....