Mundur dari Pelatnas, Simak Perjalananan Karir Gregoria Mariska Tunjung

  • 15 Mei 2026 15:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Atlet putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengumumkan mundur dari Pelatnas PBSI karena kondisi kesehatan
  • 2. Prestasi tertinggi Gregoria adalah medali perunggu Olimpiade Paris 2024
  • 3. Gregoria merupakan juara dunia kelas junior pada 2017

RRI.CO.ID, Jakarta - Pebulu tangkis putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung mengundurkan diri dari Pelatnas PBSI. Kabar pengunduran Gregoria diumumkan oleh PBSI pada Jumat, 15 Mei 2026.

Gregoria merupakan salah satu pemain tunggal putri terbaik yang dimiliki Indonesia. Gregoria pernah bercokol diperingkat enam dunia atau peringkat tertinggi dalam karirnya.

Adapun prestasi tertinggi Gregoria sebagai atlet adalah medali perunggu Olimpiade Paris, Prancis, pada tahun 2024. Kala itu, Gregoria memastikan medali perunggu untuk Merah Putih tanpa melakoni pertandingan.

Lawannya Carolina Marin dari Spanyol memutuskan mundur dalam pertandingan gim kedua semifinal melawan wakil Tiongkok, He Bing Jo. Marin mundur karena cedera.

“Medali ini juga banyak sekali artinya untuk saya, karena di medali ini banyak usaha dari banyak orang. Ini juga jadi kado ulang tahun untuk saya minggu depan dan untuk Indonesia di tanggal 17 Agustus,” kata Gregoria, Senin 5 Agustus 2024.

Keikutsertaan Gregoria di Olimpiade Paris merupakan penampilan kedua di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut setelah Tokyo pada 2020. Pada Olimpiade Tokyo, Gregoria harus terhenti di babak 16 besar usai dikalahkan Ratchanok Intanon dari Thailand.

Profil Gregoria Mariska Tunjung

Gregoria lahir di Wonogiri, 11 Agustus 1999, dari pasangan Gregorius Maryanto dan Fransiska Romana Dwi Astuti. Gregoria memulai bermain bulu tangkis pada usia 7 tahun.

Isteri dari Mikha Angelo itu mengawali karir sebagai atlet bulu tangkis di klub Mutiara Cardinal Bandung. Pengagum mantan petenis nomor satu dunia Roger Federer tersebut berhasil menembus Pelatnas PBSI pada tahun 2014, kala itu berusia 15 tahun.

Keberhasilan Gregoria masuk ke Pelantas PBSI karena prestasinya diajang Sirkuit Nasional 2013. Nama Gregoria mulai mencuri perhatian, ketika ia menjadi juara dunia junior di Yogyakarta pada 2017.

Gregoria berhasil mengalahkan pemain Tiongkok, Han Yue dengan rubber game 21-13, 13-21 dan 23-22 sekaligus memastikan medali emas. Selain Gregoria, Indonesia berhasil meraih medali emas di nomor ganda campuran melalui pasangan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas.

Adapun diturnamen individu, Gregoria adalah juara Kumamoto Masters Japan 2023, yang merupakan level Super 300. Ia juga juara di Spain Masters 2023 dengan level yang sama Super 300.

Adapun capaian diajang beregu seperti sukses mempersembahkan medali perak atau runner- up Uber Cup 2024, di Malaysia. Gregoria dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Tiongkok 3-0.

Selanjutnya, medali perunggu pada kejuaraan beregu Sudirman di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nannin, Tiongkok pada 2019. Indonesia kalah atas tim dari Jepang dengan skor 1-3, medali perak SEA Games 2021 (beregu putri), dan perunggu Asian Games 2018 (beregu putri).

Gregoria Menyatakan Mundur dari Pelatnas PBSI akibat Vertigo.

Penyakit vertigo mengakibatkan prestasi Gregoria terus menurun. Gregoria harus kalah dibabak awal bahkan absen dari berbagai turnamen penting dunia.

PBSI mengajukan protected rangking untuk Gregoria kepada federasi bulu tangkis dunia BWF. Pengajuan protected rangking agar peringkat dunia Gregoria tidak anjlok dan disetujui oleh PBSI.

Dengan disetujuinya protected ranking ini, Gregoria memiliki hak untuk menggunakan peringkat terlindungi saat melakukan pendaftaran turnamen BWF. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi posisi peringkat atlet akibat ketidakhadiran dari kompetisi yang disebabkan oleh kondisi medis atau alasan lain yang sesuai dengan ketentuan BWF.

Gregoria masih harus berjuang untuk sembuh total dari penyakit vertigo. Akibat vertigo, Gregoria berpamitan keluar dari PBSI setelah 12 tahun lamanya menjadi penghuni pelatnas.

“Kondisi kesehatan Gregoria yang masih dalam proses pemulihan dari vertigo menjadi alasan utama pengunduran dirinya. Hingga saat ini, Gregoria merasa belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding,” demikian keterangan tertulis dari PBSI yang diterima RRI.CO.ID, Jumat, 15 Mei 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....