Alasan Kesehatan, Pebulu Tangkis Gregoria Mundur dari PBSI
- 15 Mei 2026 14:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gregoria Mariska Tunjung mengundurkan diri dari Pelatnas PBSI karena alasan kesehatan
- Penyakit vertigo parah yang dideritanya sejak Maret 2026 membuat ia harus absen diberbagai turnamen dunia
- PBSI menghormati keputusan Gregoria Mariska Tunjung
RRI.CO.ID, Jakarta - Gregoria Mariska Tunjung memutuskan mundur dari Pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) setelah mengalami gangguan kesehatan berkepanjangan. Keputusan itu disampaikan kepada jajaran pelatih dan pengurus PBSI.
PP PBSI menyebut Gregoria masih menjalani pemulihan akibat vertigo yang belum sepenuhnya membaik. Kondisi tersebut membuat Gregoria belum siap kembali bertanding dalam waktu dekat.
PBSI menilai keputusan itu diambil Gregoria setelah mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kesiapan bertanding. Organisasi bulutangkis nasional itu menghormati keputusan atlet tunggal putri Indonesia tersebut.
“Kondisi kesehatan Gregoria masih dalam proses pemulihan dari vertigo. Ia belum memiliki kepercayaan diri kembali bertanding,” tulis keterangan PBSI seperti diterima RRI.CO.ID, di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2026.
Gregoria menyampaikan terima kasih kepada pengurus dan pelatih selama menjadi bagian Pelatnas PBSI. Ia mengaku memperoleh banyak pengalaman selama membela Indonesia dalam berbagai turnamen internasional.
Kepala Bidang Binpres PBSI, Eng Hian, mengapresiasi dedikasi Gregoria selama memperkuat Indonesia. Menurutnya, Gregoria memberikan kontribusi besar bagi prestasi bulutangkis nasional.
“Gregoria memberikan banyak kebanggaan bagi Indonesia di level internasional. Semangat juangnya menjadi inspirasi atlet muda Indonesia,” kata Eng Hian.
PBSI juga mendoakan Gregoria segera pulih dan sukses menjalani aktivitas di luar lapangan bulutangkis. Organisasi itu berharap masa depan Gregoria tetap berjalan baik setelah meninggalkan pelatnas.
Gregoria sebelumnya absen dalam sejumlah turnamen internasional akibat serangan vertigo yang berulang sejak Maret 2026. Gangguan kesehatan itu membuatnya kesulitan menjalani aktivitas normal sehari-hari.
“Setiap serangan berlangsung hingga lima jam dengan muntah dan kehilangan keseimbangan. Kondisinya datang tiba-tiba dan sulit diprediksi,” ujar Gregoria.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....