Menpora Erick Buka Program ToT Penggerak Olahraga Disabilitas "Berdaya”
- 11 Mei 2026 21:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menpora Erick Thohir secara resmi membuka program Training of Trainers (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya”. Program yang bertujuan menciptakan pelatih untuk atlet disabilitas yang kompeten.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir secara resmi membuka program Training of Trainers (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya”. Program diresmikan di Indonesia Paralympic Training Center, Desa Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), Senin, 11 Mei 2026.
Sebanyak 200 peserta dari 29 daerah mengikuti kegiatan tersebut. TOT ini merupakan program Kemenpora di bawah Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga bekerja sama dengan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.
"Alhamdulillah hari ini salah satu program unggulan Kemenpora telah dimulai. Ini hasil sumbangsih pikiran dari kami dengan pihak NPC," ucap Menpora Erick.
Untuk menciptakan banyak atlet disabilitas diperlukan keberadaan para pelatih yang kompeten. Hal tersebut disepakati Kemenpora bersama NPC, para pakar, serta Chef de Mission (CdM) Asian Para Games.
TOT Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya” merupakan Kemenpora dalam mendorong lahirnya pelatih, pendamping, serta penggerak olahraga disabilitas yang kompeten. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem olahraga disabilitas di Indonesia dan membuka ruang bagi lahirnya atlet-atlet.
"Tidak mungkin ada pembangunan atlet dari daerah tanpa dikawal oleh tentu saja figur-figur yang mengerti bagaimana melahirkan atlet. Nah hari ini alhamdulillah kami mencoba mensertifikasi.
Ini bukan berarti kami menjadi ‘menara gading’ Kemenpora, tetapi kami bekerja sama dengan NPC, agar ketika mereka (para trainer) kembali ke daerah bisa memiliki kualifikasi yang diterima untuk menjadi pakar pelatihan,” sambung Menpora Erick.
Karena itu Menpora Erick menyatakan program TOT ini akan terus didorong. Sesuai Asta Cita Presiden yang telah menyatakan kepedulian yang besar pada penyandang disabilitas, termasuk di masa pensiun mereka.
“Jangan sampai atlet-atlet ini hanya diingat ketika sedang berjaya, tetapi kalau sudah selesai hanya ucapan terima kasih saja yang diberikan,” ujar Menpora yang dalam kesempatan itu menyematkan tanda peserta TOT kepada perwakilan trainer.
Sementara itu Ketua Umum (Ketum) NPC Indonesia Senny Marbun menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Kemenpora. Apresiasi terkhusus kepada Menpora Erick yang telah menginisiasi program TOT ini.
“Saya rasa ini salah satu karya Kemenpora yang luar biasa. Dan baru kali ini ada karya seperti ini di Kemenpora. Oleh karena itu kami berterima kasih kepada Bapak Erick Thohir sebagai menteri pemuda dan olahraga yang luar biasa saat ini,” ucap Ketum NPC Indonesia.
“Saat ini sudah kita lihat sendiri dan kita rasakan, ada fundamental yang dikerjakan beliau (Menpora Erick) di olahraga,” sambung Senny.
Sambutan baik juga disampaikan Chef de Mission (CdM) Asian Para Games 2026 Reda Mathovani. Ia turut menyampaikan harapannya agar TOT ini dapat berkesinambungan dengan program-program NPC.
“Semoga program TOT dari Kemenpora ini juga dapat terhubung dengan program-program di NPC Indonesia dan terus berlanjut ke depannya, sehingga pembinaan atlet disabilitas dapat berjalan dengan baik dan sukses,” tutur CdM.
CdM tutur memberikan dukungan, dalam hal ini pihaknya menyediakan sistem atau database berupa “Jaga Inklusi Juara”. Database tersebut menyimpan data seluruh atlet, serta program “Mendobrak Batas” untuk mencari calon-calon atlet.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....