NOC Indonesia dan Kemenpora Bahas Pendanaan 72 Cabang Olahraga Nasional
- 09 Mei 2026 23:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NOC Indonesia menyelaraskan pembiayaan 72 cabang olahraga demi prestasi dunia.
- Kemenpora menjamin pendanaan pengiriman atlet nasional untuk ajang Asian Games 2026.
- Pemerintah berencana menerapkan skema pemusatan latihan jangka panjang bagi seluruh federasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menggelar rapat anggota guna membahas penyelarasan anggaran cabang olahraga nasional. Komite Olimpiade Indonesia berperan sebagai jembatan aspirasi bagi para pengurus federasi kepada jajaran pemerintah.
Forum ini juga membahas rencana pengiriman atlet menuju ajang internasional melalui skema pelatnas yang bersifat berkelanjutan. Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menekankan pentingnya komunikasi terbuka demi menjaga proses pembinaan prestasi.
“Kami mendengarkan langsung berbagai masukan dan keluhan dari cabang olahraga, khususnya terkait pembiayaan. Prestasi tidak bisa instan, butuh proses panjang dan dukungan berkelanjutan. Karena itu, semua kepentingan harus diselaraskan dengan satu tujuan utama: mendorong prestasi olahraga Indonesia di panggung dunia,” ujar Okto, Sabtu, 9 Mei 2026.
Okto menilai keberpihakan anggaran yang maksimal diperlukan untuk menyokong program pelatihan jangka pendek maupun jangka panjang. Ia menyebut komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap kemajuan olahraga sudah terlihat sangat jelas bagi seluruh masyarakat.
“Kami berharap ada keberpihakan yang lebih maksimal dalam pembiayaan. NOC Indonesia bersama 72 anggota dalam waktu dekat akan bersurat kepada Kementerian Keuangan untuk membuka ruang komunikasi langsung. Kami yakin, dengan duduk bersama, akan ada solusi konkret,” ujar Okto.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Erick Thohir turut memberikan tanggapan terkait aspirasi pendanaan. Erick menyatakan pemerintah selalu membuka ruang dialog untuk menyerap masukan dari Komite Olimpiade Indonesia secara berkala.
“Kami di Kemenpora mendengarkan masukan dari NOC Indonesia dan cabang olahraga mengenai pendanaan. Namun jangan pernah meragukan komitmen Presiden dalam membangun olahraga nasional. Beliau adalah bagian dari olahraga itu sendiri,” ujar Erick.
Pemerintah pusat saat ini sedang melakukan penyesuaian anggaran agar pembiayaan pembinaan atlet berjalan lebih tepat sasaran. Langkah efisiensi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan atlet yang sedang menjalani sebuah proses pembinaan secara berjenjang.
“Untuk pengiriman ke Asian Games 2026 sudah aman. Saat ini kami juga mengajukan skema pelatnas jangka panjang kepada Menteri Keuangan, sesuai arahan Presiden. Karena pembinaan tidak hanya untuk satu event, tapi berkelanjutan, mulai dari jangka pendek, menengah hingga Olimpiade,” ucap Erick.
Erick Thohir menekankan urgensi kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pemahaman terhadap kebutuhan dasar para atlet nasional. Upaya diplomasi internasional juga menjadi bagian penting dari strategi besar guna meningkatkan posisi olahraga Indonesia global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....