Menpora Pastikan Komitmen Presiden Prabowo Bangun Olahraga
- 10 Mei 2026 02:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menpora Erick Thohir menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung penuh pembangunan olahraga nasional.
- Kemenpora menjalin kerja sama lintas sektoral untuk memperkuat payung hukum dan fasilitas bagi seluruh cabang olahraga.
- Pemerintah melakukan deregulasi aturan melalui transformasi sistem guna meningkatkan daya saing para atlet pada tingkat dunia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menjamin komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan olahraga nasional. Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) di Hotel Fairmont Jakarta Pusat.
"Saya pastikan jangan pernah pertanyakan atau ragukan bahwa komitmen Bapak Presiden Prabowo kepada pembangunan olahraga nasional. Karena Bapak Presiden adalah keluarga besar olahraga Indonesia. Jangan pernah pertanyakan juga komitmen saya untuk olahraga nasional, karena saya juga bagian dari olahraga nasional," kata Menpora Erick, Sabtu, 9 Mei 2026.
Erick menjelaskan saat ini otoritas terkait sedang giat melakukan penataan ulang demi memajukan sistem olahraga. Sinergi dijalankan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna memperkuat payung hukum akademi olahraga nasional.
"Jadi sekarang kita sudah punya payung hukum, seperti POPNAS, nanti akan jadi satu ke Kemendikdasmen, bapak-ibu bisa bersinergi, atau juga POMNAS yang nanti ada di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi," ujarnya.
Kesepakatan tiga menteri melibatkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga telah menyiapkan alokasi beasiswa untuk mendukung masa depan para atlet.
"Kita juga ada kesepakatan 3 menteri yakni Kemendagri, Kemenpora dan Kementerian UMKM yang diawasi oleh Kementerian PU sudah ada SKB 3 menteri dimana semua fasilitas cabang olahraga bisa dikerjasamakan dengan federasi atau cabor," katanya.
Kemenpora sukses menggelar ajang SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026. Kegiatan tingkat Asia Tenggara tersebut menghasilkan Deklarasi Bali yang bertujuan untuk menyatukan visi seluruh menteri olahraga.
"Kita sepakat akan memiliki Asean Marathon di tahun 2027 dan 2028, mungkin 4 negara dulu Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand," katanya.
Transformasi sistem olahraga diperkuat melalui penerbitan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 08 Tahun 2026 yang baru. Kebijakan tersebut berhasil menyederhanakan regulasi lama menjadi aturan yang jauh lebih efektif bagi seluruh federasi olahraga.
"Di sinilah kita harapkan nanti sebagai fondasi awal, kita terus melakukan transformasi untuk memperbaiki sistem untuk mendukung olahraga nasional kita. Kita harus bisa bersaing di Asia Tenggara, Asia dan Dunia," katanya.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengawasi penggunaan fasilitas agar dapat dikerjasamakan secara profesional oleh setiap federasi olahraga nasional. Erick berharap langkah ini mampu meningkatkan daya saing atlet nasional pada tingkat Asia hingga panggung dunia.
"Kami dari Kemenpora adalah bagian keluarga besar olahraga, tetapi tentu kita tidak hanya bisa melihat diri kita sendiri. Ekosistem olahraga tidak hanya di Indonesia, kita harus menjadi ekosistem olahraga dunia," ucapnya.
Sementara, Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai keberpihakan anggaran diperlukan untuk menyokong program pelatihan. Ia menyebut komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap kemajuan olahraga sudah terlihat sangat jelas bagi seluruh masyarakat.
“Kami berharap ada keberpihakan yang lebih maksimal dalam pembiayaan. NOC Indonesia bersama 72 anggota dalam waktu dekat akan bersurat kepada Kementerian Keuangan untuk membuka ruang komunikasi langsung. Kami yakin, dengan duduk bersama, akan ada solusi konkret,” ujar Okto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....