Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
- 01 Mei 2026 13:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komisi Nasional Disabilitas menyerukan dukungannya atas multievent yang diselenggarakan Special Olympics Indonesia di Kupang, NTT.
RRI.CO.ID, Jakarta – Komisi Nasional Disabilitas (KND) menyerukan dukungannya atas multievent yang diselenggarakan Special Olympics Indonesia (SOIna) di Kupang, NTT. Event tersebut adalah Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) Kupang 2026 – ajang olahraga tertinggi multi-cabor tingkat nasional atlet bertalenta khusus.
“Kegiatan bertaraf nasional dan internasional dari Special Olympics Indonesia sepantasnya didukung semua pihak mulai pusat hingga daerah. Pemerintah, swasta, individu tokoh dan pemangku lain termasuk kalangan DPRD dapat ambil peran menyokong atlet bertalenta khusus,” ujar Jonna Aman Damanik, komisioner KND, Kamis, 30 April 2026.
Pesonas, diikuti pewakilan 30 provinsi, juga merupakan ajang seleksi atlet unruk Special Olympics World Summer Games (SOWSG). Kompetisi olahraga global untuk para atlet disabilitas intelektual yang akan berlangsung di Chile, 2027 dan diikuti hingga 170 negara.
“Komite Nasional Disabilitas sesuai amanah UU No.8 tahun 2016 siap sinergi bersama Pengurus SOIna menjalin kolaborasi lintas sektor Kementerian,” kata Jonna. KND mendukung inisiatif SOIna menggandeng Kemenko PMK mengambil langkah koordinasi bersama Kemensos, Kemenkes, KemenHAM dan khususnya Kemenpora.
| Baca juga: Kemenko PMK Akan Gelar Rakor Dukung SOina |
Ribuan atlet disabilitas intelektual, penyandang downsyndrome, autis, dan lainnya perlu perlindungan berorientasi HAM. Multievent yang diselenggarakan SOIna tersebut, sekaligus, mendukung terwujudnya rehabilitasi sosial lebih produktif terhadap SDM sehat Indonesia.
Banyak atlet dari daerah terpencil tetap mampu meraih medali di tingkat nasional dan Asia Pasifik meskipun minim dukungan. Tim-tim cabor terdiri atlet, pelatih, ofisial dan pendamping umumnya berangkat secara mandiri dan swadaya.
Banyak pengurus daerah Kabupaten dan Kota menghadapi kendala mengirim kontingen. Terkini baru 21 dari target kontingen 30 provinsi dengan perwakilan atlet hanya 420 partisipasi dari target 800-1000 peserta.
Demi mewujudkan terselenggaranya multievent tersebut, SOIna mengupayakan skema subsidi untuk membantu daerah berkekurangan. Warsito Ellwein, Ketua Umum Pengurus Pusat SOIna, menegaskan subsidi tersebut berasal dari lelang penjualan lukisan dan kain.
“Daerah-daerah potensial mengirim atlet dalam jumlah proporsional sesuai kemampuan daerah mandiri dengan daerah berkekurangan. Kita upayakan skema subsidi dari hasil lelang penjualan lukisan dan kain jika kita bisa mengadakan donasi amal semacam gala dinner”, imbuh Warsito.
Tidak lupa, Warsito turut mengapresiasi kerja keras Pemprov dan DPRD NTT bersama unsur setempat yang telah membantu selama persiapan. Anggaran APBD NTT terbatas hanya mampu menyediakan penginapan, layanan medis, serta transportasi ke arena selama sepekan Pesonas berlangsung.
Terlebih mengingat tantangan dan kesempatan ke depan. Jika sebelumnya delegasi Indonesia hanya 25 orang di Berlin 2023, SOWSG 2027 Chile ditargetkan mengirim 63 atlet berbagai cabor.
Kompetisi berbasis sportifitas atlet penyandang tuna grahita, autis, downsyndrome mencerminkan wajah Indonesia di panggung global. Ini sekaligus bentuk penghormatan terhadap hak dan martabat sekitar 5,2 juta penyandang disabilitas intelektual.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....