Kemenko PMK Akan Gelar Rakor Dukung SOina

  • 14 Apr 2026 07:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Koordinator PMK (Kemenko PMK) akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas kementerian untuk mendukung agenda Special Olympics Indonesia (SOIna). Ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam memperjuangkan hak hak anak bertalenta khusus atau disabilitas intelektual khususnya bidang olahraga.

Kesepakatan itu dihasilkan pada pertemuan antara Gatot Hendrarto bersama Ketua Umum PP SOina Warsito Ellwein. Gatot, Asisten Deputi Pemberdayaan Pemuda dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK, menerima audiensi SOIna di Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Pertemuan antara Gatot Hendrarto bersama Ketua Umum PP SOina Warsito Ellwein (Foto: SOIna)

Beberapa agenda yang bakal dibicarakan dalam Rakor, mencangkup:

  • Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) Kupang, 2026,
  • Special Olympics World Summer Games (SOWSG) Santiago, Chile, 2027,
  • Inclusive Futures Summit 2026, Singapura, Agustus 2026, serta
  • pengembangan Klub SOina

Inclusive Futures Summit 2026 adalah forum regional bagi para pemimpin dan pengambil kebijakan di Asia Pasifik. Pertemuan ini berfokus pada satu tujuan besar: mempercepat kesetaraan bagi penyandang disabilitas intelektual melalui bidang olahraga, pendidikan, serta kesehatan.

Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ini menjadi titik temu bagi pemerintah, badan PBB, dan sektor swasta. Dalam KTT tersebut, diharapkan para peserta dapat saling berbagi contoh praktik kebijakan pemerintah terbaik.

Hal tersebut ditujukan agar muncul sebuah peningkatan kerja sama lintas negara dan menghasilkan kesepakatan dan kemitraan yang konkret. Gatot menanggapi kesempatan tersebut dengan positif dan mempertimbangkan kemungkinan mengirimkan wakil untuk berpartisipasi sebagai peserta ataupun pembicara.

“Ini adalah forum menarik dan kami akan mempertimbangkan untuk ikut serta,” ujar Gatot dalam pertemuannya bersama SOIna. Pertimbangan tersebut nantinya akan dibicarakan bersama pada saat pelaksanaan rakor yang dimaksud.

Sementara Warsito Ellwein menyambut baik sambutan dari pihak Kemenko PMK. “Ajang di Singapura itu akan membicarakan bagaimana pemerintah lintas negara bekerja bagi kelompok disabilitas intelektual,” ujarnya.

Warsito melanjutkan dengan memberikan contoh konkret kerja sama yang dapat disampaikan dalam KTT tersebut. Misalnya, Kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Ikatan Guru Pendidikan Khusus Indonesia, Kelompok philantropis Lions Club, atau dengan perusahaan alat olahraga Decathlon.

“Bila SOina dan Kementerian PMK memutuskan untuk hadir sebagai peserta aktif, maka kami akan berdiskusi. Berdiskusi untuk menyampaikan di forum itu apa yang telah kami lakukan di Indonesia,” ujar Warsito menutup.

Special Olympics Indonesia merupakan sebuah organisasi nirlaba yang memperjuangkan hak anak bertalenta khusus terutama bidang olahraga. Berdiri sejak 1989, SOIna telah membuka banyak kesempatan bagi ribuan atlet untuk menunjukkan kemampuannya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....