Evaluasi Hasil Tim Thomas Indonesia di Thomas & Uber Cup Finals 2026

  • 29 Apr 2026 20:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Fokus pelatiha dari PBSI ke depan akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, khususnya dalam menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan oleh Prancis.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyampaikan hasil evaluasi atas penampilan Tim Thomas Indonesia. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengakui keunggulan lawan.

“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini. Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai,” ujarnya.

Thomas & Uber Cup Finals 2026 berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di Horsens, Denmark. Tim Thomas Indonesia tereliminasi di laga terakhir fase grup usai takluk 1-4 atas tim Prancis.

Lebih lanjut, Eng Hian menjelaskan bahwa secara strategi dan komposisi pemain, tim Prancis memiliki keuntungan tersendiri. Kehadiran Popov bersaudara yang bermain rangkap di sektor tunggal maupun ganda memberikan fleksibilitas dalam penyusunan line-up.

Hal ini membuat tiga partai awal yang didominasi sektor tunggal dimenangkan seluruhnya oleh tim Prancis. Jonatan Christie dan Alwi Farhan harus mengakui ketangguhan lawan usai kalah straight set.

Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk mencuri poin, salah satunya melalui tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting. Sayangnya dalam pertandingan tersebut, Ginting mengalami kendala fisik di penghujung gim ketiga setelah sempat terjatuh dan mengalami kram.

Kondisi tersebut berdampak pada pergerakan yang tidak lagi optimal serta menurunnya akurasi pukulan. Ginting akhirnya harus mengakui keunggulan Toma Junior Popov dengan skor tipis 20-22 di gim penentuan.

Pada partai keempat, pasangan Sabar/Reza diharapkan mampu menyumbangkan poin untuk memperpanjang asa lolos ke perempat final. Terlebih, secara rekor pertemuan mereka unggul 2-0 atas pasangan Eloi Adam/Leo Rossi.

Kendati demikian, dalam pertandingan tersebut, Sabar/Reza belum mampu menampilkan performa terbaik. Permainan yang kurang lepas serta tekanan dari lawan membuat peluang tersebut tidak berhasil dikonversi menjadi kemenangan.

Satu-satunya poin bagi Indonesia dalam pertandingan melawan Prancis diraih oleh sektor ganda putra melalui pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Mereka berhasil mengalahkan Popov bersaudara melalui pertarungan rubber game.

Kapten tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian, turut menyampaikan permohonan maaf dan refleksi atas hasil yang diraih tim. “Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam,” kata Fajar.

“Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik. Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan. Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat.”

Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi PP PBSI dalam melakukan pembinaan dan persiapan ke depan. Fokus ke depan akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....