Tim Prancis Runtuhkan Kedigdayaan Tim Piala Thomas Indonesia

  • 29 Apr 2026 13:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MS1: Jonatan Christie vs Christo Popov 19-21, 14-21
  • MS2: Alwi Farhan vs Alex Lanier 16-21, 19-21
  • MS3: Anthony Sinisuka Ginting vs Toma Junior Popov 22-20, 15-21, 20-22
  • MD1: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Eloi Adam/Leo Rossi 19-21, 19-21
  • MD2: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Christo Popov/Toma Junior Popov 21-18, 19-21, 21-11

RRI.CO.ID, Horsens - Prancis menjelma menjadi tim papan atas setelah membuktikan ketangguhannya saat hadapi Tim Piala Thomas Indonesia. Kemenangan mengejutkan 4-1 atas tim favorit turnamen dalam laga Grup D – Matchday 3 menjadi pembuktian tertinggi bagi Prancis.

Pertandingan berlangsung di Forum Horsens, Denmark, pada Selasa, 28 April 2026. Prancis mampu mengalahkan juara 14 kali lewat kemenangan di nomor tunggal putra dan ganda putra.

“Jika Anda memberitahu tahu saya 2, 3, 4 tahun yang lalu bahwa kami mengalahkan Indonesia itu seperti—siapa yang akan memenangkan pertandingan, Anda tahu?” ujar Christo Popov. Sebelumnya, Christo mengalahkan Jonatan Christie di laga tunggal putra pertama dengan kemenangan straight set 21-19 dan 21-14.

“Tapi ya, saya pikir hari ini kami benar-benar menunjukkan kemampuan kami sebagai sebuah tim. Saya pikir kami tidak hanya menang pertandingan demi pertandingan, tetapi kami menang sebagai sebuah tim hari ini,” terang Christo.

Segala sesuatu tidak berjalan sesuai rencana bagi Tim Piala Thomas Indonesia sejak awal pertandingan. Jonatan Christie tidak mampu bangkit setelah pertandingan pertama dan performanya menurun di luar dugaan pada pertandingan kedua.

Alwi Farhan yang tampil di laga tunggal putra kedua juga menelan kekalahan dua set langsung dengan kedudukan 16-21 dan 19-21. Ia menghadapi Alex Lanier yang tampil penuh energi; menekan lawan dan memaksa lawan tertekuk.

Gim ketiga dilanjutkan oleh Anthony Sinisuka Ginting yang hampir membawa Indonesia kembali ke jalur kemenangan. Unggul atas lawannya Toma Junior Popov di gim pertama dengan skor 22-20, Ginting terjatuh dan kehilangan momentumnya.

Popov mampu memanfaatkan keadaan tersebut dengan permainan ritme cepat, namun tenang. Ginting kehilangan serangan-serangan proaktifnya, serta dipaksa terus berlari mengikuti permainan lawan; sebuah match point lepas dari genggamannya.

Popov terus menekan Ginting dan berhasil membalikkan keadaan menjadi kemenangan bagi tim Prancis. Tim Indonesia akhirnya menelan kekalahan ketiganya secara beruntun dengan skor akhir 22-20, 15-21, dan 20-22.

Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani kontra Eloi Adam/Leo Rossi menjadi laga pertama untuk nomor ganda putra. Sabar/Reza yang berada di peringkat kesembilan dunia lebih diunggulkan, bila dibandingan Adam/Rossi yang berada di peringkat ke-52.

Kendati demikian, momentum tiga kemenangan Prancis memberi semangat kepada pasangan Adam/Rossi. Gutama dan Isfahani runtuh di bawah tekanan; membawa pertandingan berakhir dengan skor 19-21 dan 19-21 untuk kekalahan Indonesia.

“Mungkin ini kemenangan terpenting bagi Prancis. Sangat senang dengan hari ini, seperti 4-0 melawan Indonesia, yang mungkin merupakan negara paling ikonik di bulu tangkis. Jadi ini sangat berarti. Dan ini tahun yang baik untuk tim Prancis,” kata Adam Rossi seusai pertandingan.

Pertandingan terakhir di nomor ganda putra dimainkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Christo Popov/Toma Junior Popov. Ini sekaligus menjadi kemenangan pertama untuk tim Indonesia.

Kapten Tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian bersama pasangan berhasil mengalahkan ganda Prancis dengan kemenangan 21-18, 19-21, dan 21-11. Mengakhiri perjalanan Tim Indonesia di Piala Thomas dengan kekalahan di fase grup pertama dalam sejarah bulutangkis Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....