Dominasi Thailand Tahan Laju Tim Indonesia di FFWS SEA 2026 Spring

  • 28 Apr 2026 15:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Thailand mendominasi klasemen FFWS SEA 2026 dengan empat tim di posisi teratas.
  • ONIC dan Bigetron by Vitality menjadi wakil Indonesia terbaik di pekan pertama.
  • Peluang masih terbuka pada pekan kedua untuk mengejar tiket Grand Finals.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pekan pertama Free Fire Wolrd Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring telah berlangsung 24–26 April 2026. Lima wakil Indonesia belum meraih hasil maksimal dan masih tertahan oleh dominasi tim-tim Thailand.

Sebanyak 18 tim dari Asia Tenggara bertanding memperebutkan posisi terbaik pada babak knockout FFWS SEA 2026 Spring. Persaingan ketat langsung terlihat sejak hari pertama hingga penutup pekan pembuka.

Tim asal Thailand menguasai papan atas klasemen sementara dengan performa konsisten. Empat dari lima wakil Thailand menempati posisi satu hingga empat.

Juara bertahan, Team Falcons, memimpin klasemen dengan koleksi 203 poin. Sementara itu, tim WAG dari Vietnam melengkapi lima besar klasemen.

Dari Indonesia, ONIC dan Bigetron by Vitality tampil paling kompetitif sejauh ini. ONIC berada di posisi keenam dengan 165 poin, disusul Bigetron di peringkat ketujuh.

Pemain ONIC bertanding pada pekan pertama Free Fire Wolrd Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring di Jakarta (Foto: Garena Indonesia)

Pelatih ONIC, Ahmad Fadly Masturoh atau Coach AFM, menyebut hasil timnya belum sepenuhnya memuaskan. Meski demikian, ia menilai pemainnya sudah lebih disiplin dan mampu beradaptasi dengan lebih baik dibanding sebelumnya.

“Hasil yang tentu saja tidak buruk, tapi juga bukan hasil yang memuaskan. Seluruh pemain sudah mulai menunjukkan kedisiplinan dan adaptasi yang lebih baik dibandingkan turnamen sebelumnya,” ujar Coach AFM.

Ia berkomitmen untuk terus berbenah agar dapat meraih hasil maksimal pada pekan-pekan berikutnya. “Kami targetkan bisa terus memperbaiki performa di pekan-pekan selanjutnya sampai ke Grand Finals nanti,” ucapnya.

Sementara itu, pelatih Bigetron, Christian Jonathan, menilai timnya cukup solid hingga fase akhir permainan. Menurutnya, timnya sudah mampu memberikan penampilan objektif hingga end-game, tercermin dari 3 Booyah yang dikoleksi dari pekan pertama.

“Mendapatkan Booyah di pekan pertama tentu hal yang bagus buat kami. Tapi kami sadar 80 total poin eliminasi masih bisa dikatakan sedikit,” ujar pelatih yang akrab disapa Chrisjo.

Ia menambahkan, timnya berkomitmen meningkatkan agresivitas untuk menambah poin eliminasi. “Kami sepakat satu tim, kami akan tingkatkan agresivitas dalam team fight sehingga bisa mendongkrak poin eliminasi kami,” ucapnya.

Wakil Indonesia lainnya, RRQ Kazu, menempati posisi ke-11 dengan raihan 131 poin pada pekan pertama. Perubahan komposisi pemain membuat tim harus kembali menyesuaikan strategi permainan.

Pemain Shadow Esports bertanding pada pekan pertama Free Fire Wolrd Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring di Jakarta (Foto: Garena Indonesia)

Tim debutan, Shadow Esports, menutup pekan pertama di peringkat ke-15 dengan 110 poin. Hasil ini lebih baik dibanding debut Kagendra musim sebelumnya di ajang yang sama.

Shadow juga mampu mengungguli EVOS Divine yang berada di posisi terakhir. Juara Esports World Cup (EWC) 2025 itu hanya mengoleksi 64 poin pada pekan pembuka.

Seluruh tim Indonesia masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi pada pekan kedua. Babak knock-out akan berlanjut pada 1–3 Mei 2026 mendatang, sekaligus menjadi penentu langkah menuju fase berikutnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....