DWP Kemensos Dukung Pembinaan dan Permodalan Perajin Difabel

  • 03 Des 2025 21:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Penasehat I Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial (Kemensos) Fatma Saifullah Yusuf memberikan dukungan permodalan bagi kaum difabel. Penjelasan tersebut disampaikannya dalam acara yang berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Fatma menilai semangat tinggi para perajin difabel menjadi dorongan kuat bagi pengembangan berbagai program ekonomi kreatif. Pihaknya akan menyiapkan berbagai bentuk bantuan pembinaan untuk mendukung kemandirian para penyandang disabilitas di Indonesia.

“Semangat teman-teman difabel sangat menyenangkan ketika mendengar langsung dari para perajin. Mereka sangat disiplin, mau belajar, dan ingin lebih mandiridan ini kesempatan bagi kami untuk juga memberikan apresiasi, membina, memberikan permodalan, dan membantu memasarkan," ujarnya.

Kemensos menyiapkan sebuah ekosistem usaha khusus disabilitas bernama 'difable craft' sebagai ruang pemasaran karya. Ekosistem terpadu ini dirancang secara khusus untuk mendukung penguatan akses pasar bagi berbagai produk difabel.

“Mereka bisa membuat produk bagus, tetapi pemasarannya sulit dilakukan sendiri. Karena itu kami merancang difable craft melalui kolaborasi dengan profesional dan perajin daerah,” ucapnya.

Banyak kaum difabel mampu mengembangkan berbagai keterampilan baru setelah mendapat kesempatan belajar yang memadai. Fatma menilai pelatihan teknis tersebut akan membuka peluang kemandirian yang jauh lebih luas kedepannya.

“Banyak kelompok rentan dari Desil 1 dan Desil 2 juga terlibat. Mereka dirangkul melalui program pemberdayaan yang disiapkan Kemensos,” ucapnya.

Kementerian juga menyiapkan pelatihan keterampilan khusus, dukungan permodalan, dan bantuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Program pemberdayaan tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan ekonomi bagi para penyandang disabilitas di tanah air.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun sebuah ekosistem yang inklusif. Ia menilai dukungan dari berbagai pemangku kepentingan sangat menentukan keberhasilan program pemberdayaan kaum difabel.

“Semua pihak perlu bergandengan tangan agar anak-anak disabilitas menjadi pribadi bahagia. Mereka harus tumbuh percaya diri dan mandiri melalui ekosistem inklusif,” kata Saifullah Yusuf.

Pemerintah berharap kerja sama multipihak terus berkembang pesat untuk memperkuat ruang kreatif kaum difabel. Upaya strategis tersebut diharapkan mampu membantu mereka meningkatkan pendapatan ekonomi dan memperluas jangkauan pasar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....