Kalah dari Sinner, Alcaraz Akui Gagal Maksimalkan Peluang di Final Monte-Carlo
- 13 Apr 2026 11:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Carlos Alcaraz kalah 6(5)-7, 3-6 dari Jannik Sinner pada final Monte-Carlo Masters.
- Ia harus menyerahkan gelar dan posisi peringkat pertama kepada Sinner.
- Alcaraz menilai banyak peluang penting yang gagal dimaksimalkan olehnya saat pertandingan.
RRI.CO.ID, Monte-Carlo – Carlos Alcaraz gagal menunjukkan permainan terbaiknya pada laga final turnamen tenis Monte-Carlo Masters, Minggu, 12 April 2026. Ia harus menyerahkan gelar dan posisi peringkat pertama setelah kalah dari Jannik Sinner dengan skor 6(5)-7, 3-6.
Petenis Spanyol berusia 22 tahun itu menilai pertandingan ditentukan pada momen-momen penting. Menurut Alcaraz, Sinner tampil lebih tenang dan efektif ketika poin krusial berlangsung.
“Pada momen penting, saya tidak bermain dengan baik. Saya pikir saya memiliki banyak peluang dalam pertandingan ini, tetapi tidak berhasil memanfaatkannya,” ujar Alcaraz usai pertandingan.
Alcaraz sebenarnya sempat unggul break pada kedua set. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dijaga hingga akhir pertandingan.
Pada tie-break set pertama, ia juga melakukan double fault saat menghadapi set point. Kesalahan itu menjadi momentum besar yang menguntungkan Sinner dalam merebut set pembuka.
Situasi serupa kembali terjadi pada set kedua ketika Alcaraz memimpin 3-1. Setelah itu, Sinner bangkit dan menyapu lima gim terakhir secara beruntun.
Statistik menunjukkan Alcaraz membuat 45 unforced errors sepanjang pertandingan berlangsung. Jumlah kesalahan sendiri itu membuat permainannya sulit berkembang secara konsisten.
Selain tekanan lawan, Alcaraz juga menyoroti kondisi cuaca di Court Rainier III yang cukup menyulitkan. Ia menyebut arah angin berubah-ubah sehingga sulit dibaca sepanjang laga.
“Pada satu poin, angin membantu permainan, lalu pada poin berikutnya kondisinya benar-benar berlawanan. Jadi, sulit memahami ke mana arah angin bergerak,” ujarnya.
Meski kecewa, Alcaraz tetap memuji peningkatan permainan Sinner di lapangan tanah liat. Ia menilai rivalnya kini memiliki level yang berbahaya bagi seluruh pesaing.
“Saya pikir dia sedang mencapai level permainan di lapangan tanah liat yang akan sangat berbahaya bagi semua pemain. Saya sama sekali tidak terkejut, karena kita sudah melihat level permainannya tahun lalu di Roland Garros,” ujar Alcaraz.
Alcaraz meninggalkan Monte-Carlo dengan catatan 21 kemenangan dan tiga kekalahan musim ini. Setelah itu, ia akan melanjutkan persaingan pada turnamen tanah liat berikutnya di Barcelona Open.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....