Jannik Sinner Kembali ke Puncak, Simak Perjalanan Kariernya
- 13 Apr 2026 07:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jannik Sinner kembali merebut peringkat satu dunia setelah menjuarai Monte-Carlo Masters.
- Sinner meraih gelar ATP pertamanya di Sofia Open pada tahun 2020.
- Ia merebut empat gelar, menembus final Miami Open, dan masuk peringkat 10 besar dunia pada 2021.
- Pada 2024, Sinner menjadi petenis Italia pertama berperingkat satu dunia.
RRI.CO.ID, Monte-Carlo – Jannik Sinner kembali merebut peringkat satu dunia setelah menjuarai Monte-Carlo Masters pada Minggu, 12 April 2026. Gelar tersebut menegaskan statusnya sebagai salah satu petenis terbaik di kancah internasional.
Kesuksesan itu menjadi lanjutan perjalanan panjang atlet Italia tersebut menuju level tertinggi dunia. Namun, sebelum dikenal di lapangan tenis, Sinner justru tumbuh sebagai pemain ski berbakat sejak kecil.
Pria kelahiran 16 Agustus 2001 itu mulai bermain ski pada usia tiga tahun di kawasan pegunungan San Candido. Bakatnya terlihat jelas setelah memenangkan kejuaraan nasional giant slalom saat berusia delapan tahun.
Saat memasuki usia 13 tahun, Sinner mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Ia meninggalkan ski dan pindah ke Bordighera demi menekuni tenis secara serius.
Di pusat latihan itu, Sinner dibimbing oleh pelatih ternama Riccardo Piatti. Langkah berani tersebut kemudian menjadi fondasi besar bagi karier profesionalnya.
Sinner meraih gelar ATP pertamanya di Sofia Open pada tahun 2020. Kala itu, ia menjadi petenis termuda yang menjuarai ATP dalam 12 tahun terakhir.
Musim berikutnya, performa Sinner berkembang sangat pesat di level utama ATP Tour. Ia merebut empat gelar, menembus final Miami Open, dan masuk peringkat 10 besar dunia.
Setelah musim 2022 yang lebih tenang, ledakan besar dalam kariernya datang pada 2023. Sinner memenangkan lima gelar, termasuk Masters 1000 perdana di Toronto.

Ia juga membawa Italia menjuarai Davis Cup pertama sejak 1976. Tahun itu ditutupnya di posisi empat besar ranking dunia.
Musim 2024 menjadi momentum besar dalam karier petenis Italia tersebut. Sinner memenangi delapan gelar dan mencatat kemenangan terbanyak sepanjang kariernya, sekaligus menjadi petenis Italia pertama berperingkat satu dunia.
Tahun 2025 menghadirkan tantangan besar sekaligus pembuktian mental juara baginya. Ia mempertahankan Australian Open, lalu menjalani skorsing tiga bulan akibat dua tes doping dengan hasil positif.
Setelah kembali, Sinner kalah di final Roma dan Roland Garros dari Carlos Alcaraz. Di Paris, ia gagal memanfaatkan tiga championship points dalam final bersejarah.

Namun, ia segera bangkit dengan menjuarai Wimbledon 2025 di London. Ia lalu merebut dua gelar ATP 500, menjuarai Paris Masters, serta mempertahankan gelar ATP Finals.
Pada musim 2026, Sinner berhasil meraih gelar ‘Sunshine Double’ dengan memenangkan turnamen Indian Wells dan Miami Open. Ia melanjutkan dominasinya dengan menjuarai Monte-Carlo, sekaligus merebut kembali peringkat satu dunia dari Alcaraz.
Dengan usia yang baru menginjak 24 tahun, perjalanan karier Sinner di lapangan tenis masih panjang. Kesempatan untuk meraih berbagai gelar serta menegaskan dominasinya di level tertinggi masih terbuka lebar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....