Panjat Tebing Indonesia Optimis di World Climbing Asian Championship 2026
- 02 Apr 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia optimis menghadapi World Climbing Asian Championship di Meishan, Tiongkok (8-12 April)
- Tim Indonesia menurunkan kategori speed, lead, dan boulder untuk bertanding di ajang prakualifikasi terakhir Asian Games.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia optimis menghadapi World Climbing Asian Championship di Meishan, Tiongkok (8-12 April). Berbekal komposisi atlet mumpuni termasuk 50 persen atlet muda berpotensi dan strategi tim pelatih fokus mengasah kemampuan yang sudah ada.
Manajer Tim FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro menyatakan tim akan berangkat pada tanggal 5 April dengan total 16 atlet. Tim Indonesia menurunkan kategori speed, lead, dan boulder untuk bertanding di ajang prakualifikasi terakhir Asian Games.
"Tim speed sebelumnya tidak berangkat ke prakualifikasi pertama di Korea akhir tahun lalu karena masih banyak integrasi. Namun kali ini akan all out merebutkan kuota Asian Games," ujar Wahyu saat berdialog bersama Pro3 RRI, Kamis 2 April 2026.
Dua atlet perempuan masih mengalami cedera namun hal ini justru menjadi spirit dan energi positif bagi atlet lain untuk membuktikan kemampuan mereka. "Fokus utama latihan adalah menjaga kondisi yang sudah baik hingga pelaksanaan, karena tim speed tidak hanya akan melawan atlet negara lain tetapi juga atlet dari negaranya sendiri," ucapnya.
Diakui Wahyu, tim lead memiliki progres sangat bagus dan optimis untuk menambah kuota yang sudah didapatkan dari prakualifikasi sebelumnya. Pesaing utama dari Asia terutama China dan Kazakhstan untuk nomor speed, sementara Indonesia optimis untuk nomor lead dan boulder menuju target Olimpiade.
"Tim kepelatihan baru membawa banyak perubahan metode latihan dan inovasi. Dengan konsolidasi untuk solid menjadi prioritas utama," ucap Wahyu.
Handicap yang dihadapi selama masa persiapan justru dikonversi atlet menjadi energi positif untuk menatap kejuaraan. Proses seleksi 16 atlet didasarkan pada data latihan terakhir yang fokus ke kompetisi, termasuk beberapa atlet muda di bawah 16 tahun yang akan difokuskan di kompetisi level dunia.
"Atlet level elite dunia memiliki kesadaran penuh sehingga tim pelatih tinggal menjaga kondisi dan konsentrasi agar tidak terjadi hal-hal non teknis yang berpotensi buruk," kata Wahyu. Untuk atlet muda, pendampingan orang tua menjadi metode khusus yang paling penting dalam menjaga mereka di tengah tekanan kompetisi.
| Baca juga: FPTI Genjot Atlet Junior Panjat Tebing |
Di sisi lain, pemerintah masih memberikan dukungan maksimal karena panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga unggulan Indonesia. Masyarakat diimbau mendukung tim panjat tebing dengan datang langsung menyaksikan latihan di Bekasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....