Konflik Timur Tengah: FIBA Tunda WASL, IBL Pastikan Kompetisi Tetap Jalan

  • 03 Mar 2026 17:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) mengambil kebijakan menunda jadwal pelaksanaan FIBA West Asia Super League (WASL) musim 2025-2026 akibat situasi perang di kawasan Asia. Hal itu mencakup kompetisi WASL-Gulf League dan WASL-West Asia League menyusul perkembangan situasi di Iran dan sekitarnya.

Kantor Regional FIBA di Asia menyebutkan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan guna memastikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat. Termasuk pemain, ofisial pertandingan, serta staf pendukung dari klub dan federasi nasional yang menjadi peserta.

Menanggapi penundaan ini, Direktur IBL Junas Miradiarsyah menyatakan bahwa kompetisi IBL 2026 yang sudah berjalan sejak Januari hingga Juni tidak terdampak langsung oleh situasi geopolitik di Asia Barat. "Alhamdulillah tidak terlalu berdampak, karena IBL sendiri musim ini sedang berjalan, kita tahu IBL musim 2026 sudah berjalan dari bulan Januari kemarin nanti sampai bulan Juni," ujar Junas saat berdialog bersama Pro3 RRI, Selasa 3 Maret 2026.

Junas menjelaskan bahwa memang ada pemain asing yang berlaga di IBL, namun sampai saat ini belum ada jalur pemberangkatan yang terganggu karena sebagian besar sudah berada di Indonesia sejak bulan Januari. Terkait koordinasi dengan FIBA, Junas memastikan bahwa komunikasi berjalan lancar dan IBL telah berkomunikasi melalui Federasi Internasional untuk meminta arahan bagaimana kompetisi ini berjalan.

"Karena Indonesia tidak merupakan wilayah yang langsung beririsan dengan konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika. Jadi sampai saat ini belum ada dampak negatif dan signifikan untuk IBL-nya sendiri," katanya.

Mengenai potensi dampak terhadap kontrak sponsor atau pendanaan klub, Junas menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada pengaruh dan komitmen sponsor sudah diberikan sejak awal musim. Junas juga memastikan bahwa IBL telah menyiapkan mitigasi risiko terkait dampak ekonomi, terutama dalam hal koordinasi dan memastikan kompetisi tetap berjalan semaksimal mungkin.

"Sejauh ini belum ada imbauan dari pemerintah untuk menghentikan atau menunda kompetisi. Kami harapkan tidak sampai ada karena itu juga tidak menjadi dasar bagi sponsor untuk menghentikan komitmen," ucapnya.

IBL saat ini belum memiliki rencana untuk mengadakan kegiatan yang sifatnya regional, dengan fokus utama tetap pada kompetisi domestik yang sedang berjalan. Untuk menjaga antusiasme penggemar, IBL terus mengangkat hal-hal positif dan cerita seputar berjalannya kompetisi dengan nuansa yang positif karena tidak tersentuh langsung oleh konflik.

Junas berharap situasi yang terjadi tidak berkepanjangan dan keputusan penundaan FIBA bersifat sementara, serta IBL dapat terus mengaktifkan nilai jangka panjang di kancah internasional. "Harapannya utama situasi yang terjadi ini tidak berkepanjangan, yang dilakukan oleh FIBA ternyata ini sifatnya temporary, sehingga tidak ada penundaan jadwal dalam waktu dekat," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....