NOC Indonesia Perkuat Komitmen Perlindungan Atlet tanpa Kompromi

  • 28 Feb 2026 13:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Komite Olimpiade Indonesia/NOC Indonesia menyampaikan keprihatinan atas dugaan kekerasan di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) panjat tebing. Pernyataan tersebut disampaikan melalui Safeguarding Officer, Tabitha Sumendap, di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

NOC Indonesia menegaskan segala bentuk kekerasan dan pelecehan tidak dapat ditoleransi. Tindakan tersebut bertentangan dengan nilai Olimpiade dan prinsip perlindungan atlet.

Lebih lanjut, sebagai bagian dari Gerakan Olimpiade, NOC Indonesia turut menjunjung tinggi nilai respect, excellence, dan friendship. Nilai tersebut menjadi dasar dalam membangun ekosistem olahraga yang aman.

Tabitha menyebut isu ini sebagai persoalan yang sangat serius. Ia juga menegaskan keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama.

“Kami memandang isu ini sebagai persoalan yang sangat serius. Keselamatan, martabat, dan kesejahteraan atlet harus menjadi prioritas utama dalam setiap ekosistem olahraga,” ujar Tabitha Sumendap.

Melalui Safeguarding Task Force, NOC Indonesia mengawal proses investigasi yang berjalan. Mereka menekankan proses objektif serta berpihak pada perlindungan dan pemulihan korban.

Sejak 2024, NOC Indonesia telah menjalankan Program Safeguarding sebagai langkah preventif dan sistematis. Program ini bertujuan mencegah segala bentuk kekerasan dan menciptakan lingkungan olahraga yang aman.

Surat resmi juga telah dikirim kepada seluruh federasi anggota NOC Indonesia. Langkah itu dilakukan guna memastikan edukasi, sosialisasi dan penerapan kebijakan safeguarding berjalan konsisten dan terukur.

“Safeguarding bukan sekadar program administratif, melainkan komitmen moral dan tanggung jawab institusional. Setiap atlet Indonesia berhak untuk berlatih, berkembang, dan berprestasi dalam lingkungan yang aman,” ujar Tabitha.

Sementara itu, Komite Eksekutif Josephine Tampubolon turut menyampaikan empati yang mendalam kepada korban atas peristiwa yang terjadi. Ia memastikan, NOC Indonesia tidak berspekulasi secara publik atau membuat hipotesis guna menghormati hak semua individu yang terlibat.

NOC Indonesia akan selalu menyatakan keprihatinannya terhadap korban pelecehan dan berkomitmen menyeluruh untuk memastikan lingkungan olahraga yang aman. Hal ini dilakukan untuk membangun kesadaran yang lebih besar tentang Safe Sport Program dari IOC.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem perlindungan dan membangun budaya saling menghormati. Kami memastikan prestasi olahraga Indonesia selalu berjalan seiring dengan perlindungan hak dan martabat atlet sebagai manusia,” ujar Josephine.

Hal senada juga disampaikan oleh Olympian peraih medali emas bulutangkis ganda putri sekaligus Komite Eksekutif NOC Indonesia, Greysia Polii. Ia menegaskan perlindungan atlet harus menjadi fondasi pembinaan nasional.

“Sebagai mantan atlet, saya memahami bahwa ruang latihan harus menjadi tempat yang aman dan mendukung, bukan menimbulkan rasa takut. Tidak ada prestasi yang layak dibayar dengan hilangnya rasa aman dan martabat seorang atlet,” ujar Polii.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....