Kemenpora Akan Terus Pacu Pembinaan Jangka Panjang menuju Olimpiade 2028
- 21 Jul 2026 11:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenpora menegaskan pembinaan atlet secara berkelanjutan merupakan kunci utama untuk mempertahankan prestasi Indonesia di level internasional.
- NOC Indonesia dinilai telah menjalankan tata kelola organisasi yang baik dan konsisten untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di kancah internasional.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pembinaan atlet secara berkelanjutan dinilai sangat penting untuk menjaga tren prestasi Indonesia di level internasional. Demikian disampaikan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Surono, Senin 20 Juli 2026.
Hal itu diungkapkannya pada Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) NOC Indonesia 2026 di Jakarta. Menurut dia, NOC Indonesia secara konsisten telah menjalankan tata kelola organisasi yang baik.
Surono mengatakan rapat tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh proses organisasi berjalan sesuai mekanisme. “Hal ini membuat NOC Indonesia mampu menjaga stabilitas, solidaritas, dan kredibilitasya,” ujarnya.
Surono menekankan kolaborasi antara pemerintah, NOC Indonesia, cabang olahraga, dan pemangku kepentingan menjadi fondasi utama ekosistem olahraga nasional. Menurut dia, sinergi tersebut menjadi kunci untuk meningkatkan prestasi Indonesia di berbagai ajang internasional.
Apalagi saat ini Indonesia tengah mempersiapkan diri menghadapi sejumlah even olahraga internasional yang sangat penting. Misalnya Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, SEA Games 2027 Malaysia, serta Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.
“Prestasi membutuhkan proses pembinaan jangka panjang dan terstruktur,” ucapnya. Mulai dari pengembangan kemampuan dasar, peningkatan kualitas teknik, hingga kekuatan mental bertanding.
Karena itu, Kemenpora mendorong pemusatan latihan nasional jangka panjang bagi cabang olahraga unggulan menuju Olimpiade. “Peningkatan prestasi tidak dapat dicapai melalui pembinaan jangka pendek,” ujarnya.
Kemenpora juga mendorong skema pendanaan multiyears untuk program pemusatan latihan nasional. Hal ini dinilai penting agar sistem pembinaan atlet berjalan lebih profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada prestasi jangka panjang.
Surono menambahkan persiapan menuju Asian Games 2026 kini memasuki fase yang semakin krusial. Dengan waktu penyelenggaraan yang tinggal sekitar dua bulan, persaingan antarnegara peserta diperkirakan semakin ketat.
Karena itu, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan telah meninjau kesiapan berbagai cabang olahraga. Berbagai kendala teknis yang ditemukan diharapkan dapat segera diselesaikan agar target prestasi Indonesia tetap tercapai.
“Kondisi tersebut menuntut persiapan yang lebih matang, terukur, dan berkelanjutan,” ucapnya. Sehingga diharapkan Indonesia mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi di Asian Games.
Surono berharap NOC Indonesia membuat keputusan yang semakin memperkuat organisasi dan kolaborasi. “Tata kelola yang baik dan sinergi kuat akan membawa Indonesia semakin bersaing di tingkat internasional,” katanya.
Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengatakan pihaknya saat ini memprioritaskan persiapan menghadapi berbagai ajang olahraga internasional. Menurut dia, Asian Games 2026 menjadi agenda terdekat yang membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Agenda kami terbagi dua yaitu agenda strategis dan agenda taktis,” ujarnya. “Agenda taktis karena masih banyak kegiatan yang akan diikuti seperti Asian Games, Youth Olympic Games dan SEA Games di Malaysia.”
Okto juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap persiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026. Menurut dia, kolaborasi antara Kemenpora, NOC Indonesia, dan cabang olahraga akan terus diperkuat agar target prestasi dapat tercapai.
"Kolaborasi, sinergi, dan kerja sama menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya. “Persiapan menuju Asian Games harus terus kita lakukan bersama agar atlet Indonesia bisa tampil maksimal.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....