Empat Federasi Pordasi Perkuat Konsolidasi dan Kejurnas Tahun 2026
- 25 Feb 2026 02:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Empat federasi nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) sepakat memperkuat seluruh langkah konsolidasi organisasi. Program transformasi menuju industri olahraga menjadi agenda prioritas utama bagi seluruh pengurus di wilayah tanah air.
Rencana strategis ini dilaporkan kepada pimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada Selasa, 24 Februari 2026. Direktur Eksekutif Konfederasi Nasional Pordasi Widodo Edi Sektianto hadir memimpin delegasi dalam agenda laporan kegiatan berkala tersebut.
“Pekan Olahraga Nasional dipertandingkan di NTT-NTB, kita hanya mempertandingkan olahraga Olimpiade. Di luar itu, kita pertandingkan olahraga DBON, unggulan tuan rumah, dan pilihan tuan rumah,” ujar Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat Marciano Norman.
“Minggu ini kita menentukan provinsi penyangga, mengingat tidak ada pembangunan sarana dan prasarana baru,” katanya.
Kota Jakarta dipersiapkan untuk menjadi lokasi alternatif pertandingan ketangkasan atau equestrian pada ajang multicabang nasional PON 2028. Pemanfaatan fasilitas berstandar internasional diharapkan mampu menjamin kenyamanan seluruh atlet yang berlaga selama rangkaian kejuaraan besar berlangsung.
“Jika Equestrian dilaksanakan di Jakarta, kemungkinan menggunakan Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), yang pernah digunakan untuk Asian Games 2018 dan sudah berstandar internasional,” ucap Ketua Umum Federasi Nasional Pordasi Equestrian Dewi Larasati.
Seluruh pengurus cabang olahraga tingkat daerah diwajibkan untuk mematuhi arahan strategis dari pimpinan organisasi tingkat pusat nasional. Marciano pun menegaskan bahwa pimpinan KONI di tingkat provinsi harus senantiasa bersinergi positif dengan pengurus organisasi pimpinan pusat.
“Pada PON XXI/2024, kami sudah melaksanakan ekshibisi di Aceh Tamiang, sehingga menjadi kewajiban kami untuk mempersiapkan diri menuju PON XXII/2028,” ujar Ketua Harian Federasi Nasional Berkuda Memanah Mayjen TNI Agape Zacharia.
“Namun berkuda memanah yang bukan cabang olahraga Olimpiade, tapi kami tetap berupaya mendapat dukungan dari KONI Provinsi dan pemerintah daerah (tuan rumah). Kami terus berkomunikasi agar berkuda memanah maupun pacu dapat dipertandingkan di PON XXII/2028,” ucap Agape.
“Untuk pacu, kami terus berkonsultasi dengan NTT dan NTB terkait persiapan PON, termasuk kesiapan kuda dan venue. Kami juga memastikan kondisi kuda sehat dan layak bertanding,” ujar Ketua Umum Federasi Nasional Pordasi Pacu Teddy Soediro.
“PON berkuda direncanakan pada Juni 2027 sebagai sarana persiapan panitia, penyelenggaraan, dan atlet. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari babak kualifikasi PON,” kata Widodo.
Pordasi Pacu menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seri satu yang mulai bergulir sejak tanggal 5 hingga 9 Juli 2026. Penyelenggaraan kompetisi seri kedua selanjutnya bakal bergulir pada tanggal 6 hingga 20 September 2026 di daerah lain.
Kejuaraan berkuda memanah direncanakan bakal berlangsung di beberapa kota besar demi menarik antusiasme tinggi dari para penonton. Sekjen Federasi Nasional Pordasi Polo Hendra Sukanto mulai melaksanakan agenda pembentukan serta seleksi atlet nasional Mei 2026.
Pordasi mendesak Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) agar segera menuntaskan pembagian tugas pokok antara KONI dengan Komite Olimpiade Indonesia. Aturan resmi tersebut harus mengacu penuh pada Undang Undang Nomor Sebelas Tahun 2022 tentang sistem keolahragaan Indonesia.
Dana hibah daerah pun harus disalurkan secara transparan guna menghindari temuan negatif dari lembaga Badan Pemeriksa Keuangan. Pengurus pusat berharap agar pembinaan atlet berkelanjutan tetap menjadi tujuan utama dalam menyelenggarakan seluruh agenda besar tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....