AMPRO Fight 2026 1 Bangkitkan Tinju Profesional
- 14 Feb 2026 14:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ajang Amateur Professional Boxing (AMPRO) Fight 2026 sukses digelar di Kompleks TVRI, Senayan, Jakarta, Jumat 13 Februari malam. Sebanyak sembilan partai dipertandingkan, terdiri atas enam laga amatir dan tiga laga profesional.
Atmosfer pertandingan berlangsung sengit sejak partai pembuka. Penonton memadati arena hingga partai puncak berakhir.
Partai kesembilan menjadi laga penutup sekaligus partai puncak malam itu. Duel mempertemukan Tinus Logo melawan Petrus Lemba.
Pertarungan tersebut memperebutkan Sabuk Emas Gubernur Jakarta. Kedua petinju tampil agresif sejak ronde pertama.
Jual beli pukulan terjadi sepanjang pertandingan. Tinus Logo akhirnya ditetapkan sebagai pemenang melalui keputusan juri.
Sabuk Emas Gubernur Jakarta diserahkan oleh Daud Yordan dan M. Rahmat. Momen tersebut menjadi sorotan utama sepanjang malam.
Selain sabuk utama, panitia juga memperebutkan sejumlah sabuk kehormatan. Di antaranya Sabuk Pangdam Jaya dan Sabuk Kapolda Metro Jaya.
Terdapat pula Sabuk Hendropriyono dan Sabuk Hercules. Laga profesional lain juga berlangsung ketat dan kompetitif.
Promotor Victoria Novianti Wijaya menyebut penyelenggaraan seri perdana ini menjadi pembuktian bahwa tinju profesional bisa kembali digelar secara tertib dan transparan.
“Semua standar profesional sudah kami jalankan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembayaran hak atlet, hingga asuransi. Ini bukan sekadar pertandingan, tapi komitmen membangun kembali tinju,” ucapnya.
Victoria menegaskan seluruh petinju telah menerima haknya sebelum pertandingan berlangsung. Ia juga memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penyelenggaraan.
Menurutnya, AMPRO Fight akan dievaluasi untuk penyempurnaan seri berikutnya. “Kami review kekurangan dan kelebihan. Tujuannya agar kualitas event ke depan semakin baik dan terukur,” katanya.
Ketua Pelaksana AMPRO Fight, Letkol Inf G. Borlak, mengatakan ajang ini menjadi momentum menghidupkan kembali ekosistem tinju nasional. Ia menilai ruang kompetisi harus terus dibuka agar atlet memiliki jenjang karier jelas.
“Kami ingin tinju tidak lagi vakum. Dari empat ronde, enam, delapan hingga sepuluh ronde, ini kami siapkan untuk melahirkan juara nasional,” ucapnya.
Borlak menambahkan, sistem eliminasi berjenjang akan mengantarkan petinju terbaik menuju kejuaraan tingkat Asia Pasifik. Transparansi penilaian dan pemenuhan hak atlet menjadi fondasi utama membangun kepercayaan publik.
Dukungan juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang menilai kompetisi seperti AMPRO sejalan dengan program pembinaan prestasi. Event ini dinilai dapat menjadi jembatan atlet amatir menuju panggung nasional seperti Pekan Olahraga Nasional.
“Event ini sangat sejalan dengan pembinaan prestasi. Kita tahu PON digelar empat tahun sekali, terakhir 2024 dan berikutnya 2028," ucap Perwakilan KONI Pusat yang hadir di lokasi.
Sementara itu, LPP TVRI sebagai mitra siaran menyatakan komitmennya mendukung pengembangan olahraga melalui siaran publik. Tayangan langsung dinilai mampu memperluas jangkauan dan meningkatkan minat masyarakat terhadap tinju.
“Kami sebagai lembaga penyiaran publik mendukung penuh. Siaran olahraga bisa menginspirasi dan membangun ekosistem olahraga," katanya.
Pada seri perdana ini, sejumlah petinju muda tampil impresif di kelas amatir maupun profesional. Partai utama menghadirkan duel yang berlangsung hingga ronde akhir dan mendapat respons positif dari penonton.
AMPRO Fight 2026 direncanakan menjadi ajang berkelanjutan dengan evaluasi menyeluruh untuk peningkatan kualitas pertandingan berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....