NOC Indonesia Sambut Positif Kepemimpinan Sheikh Joaan

  • 30 Jan 2026 15:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Sheikh Joaan bin Hamad bin Khalifa Al Thani dari Qatar ditetapkan sebagai Presiden OCA periode 2026–2028. Pengangkatan ditetapkan secara aklamasi dalam General Assembly Olympic Council of Asia (OCA) di Tashkent, Uzbekistan, Kamis, 29 Januari 2026.

Hasil pengangkatan tersebut disambut positif oleh Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia). President NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari menyampaikan terpilihnya Sheikh Joaan menandai babak baru bagi OCA dan olahraga Asia.

Pemilihan secara aklamasi tersebut merupakan bagian dari kesepakatan bersama negara-negara anggota OCA untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan organisasi. Langkah ini seiring dengan kondisi kesehatan Raja Randhir Singh, Presiden OCA sebelumnya.

“Alhamdulillah, General Assembly OCA telah selesai dan secara aklamasi memilih Presiden OCA yang baru, Sheikh Joaan dari Qatar. Selamat kepada Sheikh Joaan bin Hamad bin Khalifa Al Thani,” ujar Okto.

"Ini akan membawa babak baru bagi Olympic Council of Asia.” Okto menegaskan inisiatif untuk mendorong pemilihan kepemimpinan baru tersebut berasal dari Indonesia.

“Kami meyakini bahwa kepastian kepemimpinan sangat penting bagi stabilitas dan pertumbuhan organisasi di masa depan. Transisi ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat tata kelola dan persatuan di Asia,” ucap Okto dalam pernyataannya.

Inisiatif tersebut sebelumnya telah disuarakan dalam forum resmi OCA di Kuwait, Mei 2025 lalu. Hal ini berlandaskan OCA Constitution Article Nomor 16 tentang Executive Board Poin 16.5.

Berikut isi dari OCA Constitution Article Nomor 16 tentang Executive Board Poin 16.5.

“Apabila terjadi kekosongan dalam jabatan Presiden OCA dan/atau apabila Presiden OCA secara tetap atau sementara berhalangan untuk melaksanakan fungsi-fungsi resminya, Wakil Presiden Pertama akan mengambil alih wewenang dan tanggung jawab Presiden untuk sisa masa jabatan tersebut hingga terpilihnya Presiden OCA yang baru dalam Sidang Umum (GA) berikutnya.”

Okto menilai Sheikh Joaan sebagai sosok pemimpin muda yang karismatik dan memiliki pengalaman panjang di dunia olahraga internasional. Komitmen Qatar menjadikan olahraga kepentingan nasional diyakini akan membawa dampak positif bagi penguatan Asia di panggung olahraga dunia.

“Asia adalah benua terbesar, dengan jumlah penduduk terbesar, sponsor terbesar, dan penyelenggaraan multi-event olahraga yang sangat beragam. Dengan kepemimpinan yang tepat, seluruh potensi ini bisa dimonetisasi dan dikonsolidasikan menjadi kekuatan besar,” kata Okto.

Menurutnya, kepemimpinan Sheikh Joaan diharapkan mampu menyatukan kekuatan Asia dan meningkatkan dominasi benua tersebut dalam percaturan olahraga global. Hubungan erat NOC Indonesia dengan NOC Qatar menjadi modal penting memperkuat kerja sama dan keselarasan visi tingkat Asia.

“Harapan kita, Asia sebagai kekuatan besar dapat semakin terunifikasi dan tampil lebih dominan di kancah olahraga dunia. Ini tentu juga akan membawa manfaat besar bagi Indonesia,” ujar Okto.

“Saya mengenal Sheikh Joaan sudah cukup lama. Hubungan NOC Indonesia dan NOC Qatar sangat erat, bahkan sering disebut sebagai satu suara dan satu kekuatan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....