Jonatan Christie Ungkap Fase Tersulit dan Alasan Jadi Independen
- 24 Jan 2026 16:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pebulu Tangkis Tunggal Putra, Jonatan Christie mengungkap fase paling sulit dalam kariernya. Terutama alasan di balik keputusan besar untuk menempuh jalur independen di luar pelatnas PBSI.
Ia menyebut periode pascaolimpiade menjadi titik terendah secara emosional. Setelah lebih dari dua dekade menjadi atlet, ia merasa telah mengorbankan banyak waktu untuk keluarganya.
"Saya merasa sudah cukup. Terlalu banyak orang yang saya sayang harus saya korbankan," ucapnya dalam sesi talk show 'Indonesia Masters', Istora Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu, 24 Januari 2026.
Kekalahan di Olimpiade Paris 2024 menjadi salah satu momen paling berat dalam kariernya. Jonatan tersingkir di fase grup setelah kalah dari Lakshya Sen, hasil yang memicu evaluasi besar terhadap kariernya.
Keputusan menjadi pemain independen bukan langkah spontan. Jonatan menegaskan ia telah menyusun perencanaan matang, termasuk membangun tim profesional sendiri.
Pendekatan ini sejalan dengan langkah yang ia ambil pada 2025, ketika resmi meninggalkan sistem pelatnas. Salah satu alasan utamanya adalah keinginan memberi porsi lebih besar untuk keluarga serta mengatur ritme latihan secara mandiri.
"Menjadi independen memberi saya fleksibilitas. Saya bisa menyeimbangkan latihan dan waktu bersama keluarga," ujarnya.
Secara performa, langkah independen tidak serta-merta menurunkan daya saingnya. Sepanjang 2025, Jonatan menorehkan sejumlah hasil kuat di BWF World Tour dan menutup musim di peringkat empat dunia.
Ia juga mencatatkan prestasi dengan meraih beberapa gelar besar di level Super 500 dan Super 1000 sepanjang musim. Serta memperkuat narasi bahwa transisi ke jalur profesional mandiri tetap kompetitif di level elite.
Sementara itu, Pelatih Vicky Angga Saputra melihat Jonathan Christie sebagai sahabatnya. Tidak tanggung-tanggung, bahkan ia juga merupakan bagian dari karier suksesnya Jonathan.
Dalam melatih Jonathan, ia mengaku memiliki strategi khusus, yakni pada program strategi fleksibel dan spesifik. "Ini memungkinkan Jojo berfokus pada area tertentu, tidak terikat pada rutinitas Pelatnas," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....