Shadaqah, ibadah memberi yang menguatkan kepasrahan kepada Rabb
- 11 Mar 2026 07:26 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Secara bahasa, sedekah berasal dari kata sidq yang berarti benar. Para ulama menjelaskan bahwa orang yang gemar bersedekah adalah orang yang benar dalam pengakuan keimanannya. Hal ini juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang menyatakan, “As-shadaqatu burhan” yang berarti sedekah adalah bukti nyata dari keimanan seseorang.
Dalam pemaparannya, di Dialog Ramadhan Ustaz Zaim Fatoni menjelaskan Sedekah merupakan ibadah memberi yang tidak hanya bermakna memberikan harta, tetapi juga menjadi sarana menguatkan kepasrahan seorang hamba kepada Allah SWT. Dalam Islam, sedekah sering dipandang sederhana, namun memiliki dampak besar dalam membentuk kekuatan ruhani seorang mukmin.
Sedekah bukan sekadar memberi harta, melainkan latihan hati untuk tunduk, percaya, dan pasrah sepenuhnya kepada Allah, Rabb semesta alam. Selain itu, sedekah juga menjadi bukti keimanan seseorang kepada Allah dan orang yang bersedekah sejatinya sedang menyatakan dalam amalnya bahwa ia lebih percaya kepada janji Allah daripada perhitungan logika manusia. Inilah hakikat tawakal kepada Allah SWT.
Sedekah juga menjadi cermin keimanan. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa apa saja yang diinfakkan oleh manusia, Allah akan menggantinya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezeki. Keyakinan terhadap janji Allah inilah yang menjadi inti dari iman.
Sebaliknya, sifat pelit dan kikir menunjukkan lemahnya keyakinan terhadap janji Allah. Keraguan membuat seseorang enggan berinfak dan bersedekah.Selain itu, sedekah juga menjadi bukti keimanan kepada hari akhir. Allah berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 92 bahwa seseorang tidak akan mencapai kebajikan yang sempurna sebelum ia menginfakkan sebagian harta yang dicintainya.
Orang yang yakin akan adanya surga dan balasan di akhirat tidak akan ragu menukar harta dunia dengan pahala akhirat. Keyakinan terhadap hari akhir menjadikan seseorang ringan tangan dalam membantu sesama. Sedekah juga berfungsi membersihkan jiwa dari sifat tamak, cinta dunia berlebihan, dan egoisme dan dengan demikian, iman yang kuat akan melahirkan hati yang lembut, dan hati yang lembut mudah tergerak untuk membantu orang lain.
Ustaz Zaim Fatoni mengatakan Dalam kehidupan sosial, sedekah memiliki dampak yang besar. Sedekah dapat melembutkan hati, mempererat hubungan sosial, bahkan mampu mengubah permusuhan menjadi persahabatan. Oleh karena itu, sedekah dapat menjadi solusi untuk berbagai persoalan sosial di masyarakat.(04/03/2026)
Sedekah juga memiliki keutamaan waktu. Dalam hadis disebutkan bahwa sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadan. Selain itu, setiap pagi setelah salat Subuh, terdapat malaikat yang berdoa bagi orang yang bersedekah agar Allah mengganti rezekinya.
Sedekah tidak selalu berupa harta. Dalam Islam, sedekah memiliki cakupan yang luas. Sedekah bisa berupa ilmu, tenaga, senyuman, memberi salam, membantu orang lain, hingga menyingkirkan gangguan di jalan dan sedekah juga tidak selalu bernilai sunnah. Ada sedekah yang bersifat wajib seperti zakat fitrah dan zakat mal. Namun sedekah secara umum dapat dilakukan kapan saja dan kepada siapa saja sesuai kemampuan.
Yang terpenting dalam sedekah bukanlah besar kecilnya jumlah yang diberikan, tetapi keikhlasan dan keyakinan kepada Allah. Sedekah menjadi latihan untuk melepaskan ketergantungan pada harta dan meningkatkan kepercayaan kepada Allah sebagai pemberi rezeki.
Dengan bersedekah, seseorang belajar bahwa harta hanyalah titipan dari Allah. Ketika yang menitipkan meminta sebagian dari titipan tersebut untuk diberikan kepada orang lain, maka seorang mukmin menerimanya dengan penuh kepasrahan.
Pada akhirnya, sedekah bukan hanya menjadi amal kebaikan, tetapi juga menjadi bukti iman, latihan tawakal, serta sarana membersihkan hati dan jiwa. Dengan sedekah, seorang hamba semakin yakin terhadap janji Allah dan semakin dekat kepada-Nya.