Al-Qur’an sebagai Kekuatan Renovasi Spiritual dan Sosial Umat
- 09 Mar 2026 19:01 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Al-Qur’an tidak hanya menjadi kitab suci bagi umat Islam, tetapi juga menjadi sumber kekuatan spiritual sekaligus sosial yang mampu membentuk peradaban manusia. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Abdul Karim Al Mahmudi saat menjadi narasumber acara Dialog Ramadan di RRI Nunukan, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad. Berbeda dengan mukjizat nabi lainnya yang hanya berlaku pada masa tertentu, Al-Qur’an tetap relevan dan menjadi pedoman hidup umat manusia hingga saat ini.
“Al-Qur’an adalah mukjizat yang luar biasa. Mukjizat para nabi memang banyak, tetapi kebanyakan hanya berlaku pada zamannya. Sementara Al-Qur’an terus hidup dan menjadi penuntun bagi umat hingga hari ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu keunggulan Al-Qur’an adalah kemampuannya mengubah suatu generasi. Al-Qur’an mampu membimbing manusia dari kondisi yang jauh dari nilai-nilai kebaikan menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan berperilaku baik.
Selain itu, di dalam Al-Qur’an juga terkandung berbagai solusi atas persoalan kehidupan umat. Kitab suci ini tidak hanya berfungsi sebagai petunjuk, tetapi juga menjadi pengobat hati dan sumber motivasi dalam menjalani kehidupan.
“Al-Qur’an memberikan solusi bagi berbagai problematika umat. Ia menjadi pengobat bagi hati dan menjadi motivasi agar manusia tetap kuat menghadapi tantangan hidup,” jelasnya.
Ustaz Abdul Karim juga menegaskan bahwa kedamaian akan tercipta apabila Al-Qur’an dijadikan sebagai pedoman hidup. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mampu menumbuhkan sikap saling menghormati dan memperkuat persatuan umat.
Ia mencontohkan bagaimana Al-Qur’an pernah menjadi sarana pemersatu masyarakat di masa awal Islam. Sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah yang saat itu dikenal dengan nama Yathrib, kota tersebut dikenal sebagai wilayah yang sering dilanda konflik.
Di sana terdapat dua suku besar yang kerap bermusuhan, yaitu Suku Aus dan Suku Khazraj. Permusuhan di antara keduanya berlangsung lama hingga menimbulkan berbagai pertikaian.
Namun setelah Rasulullah datang dan menyampaikan ajaran Al-Qur’an, kedua suku tersebut perlahan berubah. Nilai-nilai Al-Qur’an mampu melunakkan hati mereka sehingga permusuhan yang telah lama terjadi dapat dihentikan dan digantikan dengan persaudaraan.
“Melalui Al-Qur’an, Rasulullah berhasil mengubah sikap dan perilaku dua suku yang sebelumnya saling bermusuhan menjadi masyarakat yang bersatu,” katanya.
Ia menambahkan, dalam kehidupan modern saat ini, Al-Qur’an juga dapat dijadikan sarana untuk mempererat hubungan silaturahmi, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, diharapkan umat Islam mampu membangun kehidupan yang damai, harmonis, serta penuh nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.