Pertandingan Drumb Band Bupati CUP Nunukan Resmi dibuka
- 31 Okt 2025 11:14 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Jabbar mengatakan pertandingan drum band ini baru pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Nunukan, dalam rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Nunukan ke 26 tahun. Drum band ini diharapkan dapat dilaksanakan bukan saat ini saja, melainkan diselenggarakan setiap tahun demi mengasah dan memacu semangat generasi muda karena peserta yang ada saat ini sudah berada di kelas 9 SMP, dan kelas 12 SMA.
“Yang lalu juga seperti itu sudah tidak ada di Nunukan, harusnya ada generasi. Saya berharap Kadispora itu membuat kalender tahunan sehingga bisa berkesinambungan, mungkin juga bisa digunakan event-even lain, untuk menampilkan anak-anak kita ini di acara-acara tersebut untuk memberikan kepercayaan diri bahwa kami juga bisa jadi jangan hanya yang berkompetisi itu cuma internal saja, coba sekali-kali kita undang dari daerah lain, tadi ada sudah SMA Hang Tuah Tarakan”, ucapnya, Jumat, (31/10/2025).
Ia menjelaskan asal mula hadirnya drum band di Kabupaten Nunukan tahun 2002, dan berulangtahun pertama kali, bersamaan dengan datangnya Pekerja Migran Indonesia ke Kabupaten Nunukan yang dideportasi oleh Pemerintah Malaysia.
“Terus dilaksanakan ulang tahun di terminal Tunon Taka lalu kita undang marching band dari SMA Negeri 1 Tanjung Selor, waktu itu ada Pak Menteri Kesejahteraan Rakyat Yusuf Kalla, dia katakan perasaan saya bukan di perbatasan ini, sepertinya di kota besar melihat marching band ini, dari situlah Pemda melalui pak Sekda waktu itu pak Budiman Arifin, coba dibicarakan kira-kira ebrapa anggarannya kalau kita buat grup drum band disini”, ujarnya.
Sementara itu Ketua Persatuan Drum Band Kabupaten Nunukan Muhammad Fahrizal mengatakan untuk pertandingan drum band ini diikuti oleh 17 unit, dengan jumlah pemain sebanyak 600 orang. Adapun pertandingan dimulai dengan kontes colour guard, atau keterampilan dan artistik para pemain bendera, kemudian street parade, dan unjuk gelar.
“Unjuk gelar itu dia melakukan koreografi menampilkan permainan musik, dengan pergerakan-pergerakan. Jadi selama tiga hari ini kita melakukan penilaian untuk tiga kategori dengan total hadiah kurang lebih Rp.70 juta”, ujarnya.
Ia juga menyampaikan dalam pertandingan ini ada satu peserta dari SMA Negeri Hang Tuah Kota Tarakan, ikut meramaikan kompestisi ini, oleh sebab itu kedepannya akan mengundang seluruh peserta Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara untuk ikut dalam pertandingan drum band. (DR)