Bulan Ramadan Jadi Pengingat Akhirat Bagi Tukang Ojek
- 09 Mar 2026 21:08 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah bagi umat muslim, tetapi juga menghadirkan kesadaran mendalam tentang kehidupan dan akhirat bagi para tukang ojek. Aktivitas mereka yang setiap hari berada di jalan raya dengan berbagai risiko membuat bulan suci ini terasa lebih bermakna.
Bulan Ramadan yang identik dengan anjuran memperbanyak amal kebaikan menjadi pengingat bahwa hidup di dunia bersifat sementara. Bagi tukang ojek, kondisi ini menumbuhkan kesadaran untuk lebih berhati-hati dalam bekerja, sekaligus meningkatkan kualitas ibadah di tengah kesibukan mencari nafkah.
Salah seorang tukang ojek di Nunukan, Salleh, memaknai bulan Ramadan sebagai waktu untuk memperkuat keimanan. Menurutnya, bekerja di jalan memiliki risiko tinggi, sehingga Ramadan menjadi momen untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat.
"Kalau kita mengingat kematian, tentu kita akan takut meninggalkan puasa karena puasa itu wajib. Tetapi kalau memang tidak mampu, semuanya kembali kepada diri masing-masing,” ujar Salleh, Senin (9/3/2026).
Setiap perjalanan mengantar penumpang bukan sekadar rutinitas mencari rezeki, tetapi juga pengingat bahwa hidup memiliki batas akhir. Doa dan kewaspadaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaannya selama bulan suci Ramadan.
"Bagi saya berpuasa itu bagian dari kewajiban sebagai seorang muslim. Kita tetap mencari rezeki, tetapi tidak boleh meninggalkan kewajiban kepada Allah SWT”, ucapnya.
Bagi Salleh, mencari nafkah adalah bagian dari ibadah namun keselamatan dan persiapan menuju kehidupan akhirat tetap menjadi prioritas utama. Setiap perjalanan bukan hanya soal mengantar penumpang sampai tujuan, tetapi juga perjalanan hidup yang suatu saat akan berakhir.