Jelang Tahun Baru, Pedagang Datangkan Sayap Ayam Surabaya
- 01 Jan 2026 07:40 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Pedagang ayam lokal di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, H. Sunardi, mengaku mendatangkan sayap ayam dari Surabaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Tahun Baru 2026. Hal ini dilakukan karena tingginya permintaan sayap ayam oleh masyarakat Nunukan saat menanti pergantian tahun.
Masyarakat Nunukan dikenal memiliki tradisi unik pada malam Tahun Baru dengan membakar sayap ayam. Berbeda dengan daerah lain yang umumnya membakar ayam utuh atau bagian dada dan paha, warga Nunukan justru lebih memilih bagian sayap.
“Ini dari Surabaya karena kalau dari Malaysia mahal, bisa Rp 60.000 per kilogram. Kalau dari Surabaya bisa Rp 48.000,” ujar Sunardi saat ditemui, Selasa (30/12/2025).
Meski mendatangkan sayap ayam dari luar daerah, Sunardi mengaku stok yang disiapkan tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu ia bisa mendatangkan hingga 3 ton, kali ini ia hanya menyiapkan sekitar 500 kilogram.
Keputusan mengurangi pasokan tersebut diambil setelah melihat lemahnya daya beli masyarakat sejak perayaan Natal 2025. Menurutnya, penjualan saat Natal, tidak menunjukkan peningkatan signifikan seperti yang biasa terjadi pada hari besar keagamaan.
“Waktu Natal ini tidak ada pembelian khusus, biasanya kita jual banyak, tapi kemarin biasa saja. Makanya untuk Tahun Baru ini tidak banyak saya siapkan,” katanya.
Sunardi memastikan ketersediaan sayap ayam di Nunukan masih relatif aman meski pasokan dari luar daerah dikurangi. Ia menyebut stok yang ada masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang pergantian tahun.
Lebih lanjut, Sunardi menilai penurunan daya beli masyarakat tidak hanya dirasakan oleh pedagang daging ayam. Hal serupa juga dirasakan oleh pedagang komoditas lainnya di pasar tradisional di Kabupaten Nunukan.