Alat Terbatas, BPBD Terkendala Air Bersih saat Banjir
- 23 Jul 2025 21:07 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, masih menghadapi kendala dalam pemenuhan kebutuhan air saat terjadi bencana banjir di sejumlah wilayah. Salah satu faktor utama adalah keterbatasan sistem pengelolaan air bersih yang belum sepenuhnya memadai.
Kasubid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanudin, mengatakan bahwa pihaknya sudah memiliki beberapa unit alat penjernih air. Namun, kapasitas yang tersedia masih belum mencukupi kebutuhan di lapangan.
"Kami memang punya alat penjernih, tapi kapasitasnya kecil. Belum cukup jika harus digunakan di satu posko pengungsian dengan jumlah pengungsi yang bisa mencapai 100 orang," ujar Hasanudin, Rabu (23/7/2025).
Lebih lanjut, Hasanudin menjelaskan bahwa kebutuhan air bersih bagi para pengungsi seharusnya dapat terpenuhi sesuai dengan standar penyelamatan dalam penanganan bencana. Namun, ia mengakui keterbatasan peralatan yang dimiliki membuat distribusi air bersih belum dapat berjalan optimal.
"Memang kalau sesuai standar penyelamatan, para pengungsi harus terlayani dengan air bersih. Namun, dengan kondisi alat yang belum memadai, kami belum bisa maksimal," jelasnya.
Meski demikian, Hasanudin mengatakan, BPBD Nunukan tetap berupaya memenuhi kebutuhan air bersih dengan memanfaatkan sumber mata air alami. Salah satunya di wilayah Kecamatan Sembakung, terdapat sejumlah titik mata air pegunungan yang bisa disuplai ke lokasi pengungsian saat terjadi banjir.
"Kami mengandalkan sumber mata air di daerah pegunungan. Seperti di Sembakung, ada beberapa titik yang bisa dimanfaatkan saat bencana banjir terjadi," katanya.