Periode Pluvial Carnian: Transformasi Planet Bumi
- 09 Nov 2025 05:36 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Bumi pernah diguyur hujan tanpa henti selama 2 juta tahun yang dikenal dengan periode Pluvial Carnian. Pluvial Carnian atau dikenal dengan Periode Basah diperkirakan terjadi sekitar 232 juta tahun yang lalu pada Periode Trias Akhir.
Para ilmuwan sepakat bahwa penyebab utama Peristiwa Pluvial Karnia adalah aktivitas vulkanik yang luar biasa, terutama yang terkait dengan Central Atlantic Magmatic Province (CAMP). CAMP adalah salah satu provinsi magmatik terbesar yang pernah diketahui di Bumi, terbentuk sekitar 201 juta tahun yang lalu ketika benua-benua masih tergabung dalam superkontinen Pangea.
Selama Periode Pluvial Carnian, Bumi Berubah Jadi Lautan
Letusan gunung berapi yang dahsyat ini, termasuk yang terjadi di Wrangellia Terrane (kini berada di wilayah barat laut Amerika Utara, antara Alaska dan British Columbia), melepaskan volume besar gas-gas rumah kaca, seperti Karbon Dioksida (CO₂) dan Metana (CH₄), ke Atmosfer.
Peningkatan suhu global memicu penguapan besar-besaran air dari laut dan menyebabkan peningkatan kelembapan di atmosfer. Hal ini menghasilkan pola cuaca yang mendukung curah hujan ekstrem dalam jangka panjang. Aktivitas vulkanik juga menciptakan awan vulkanik yang dapat memengaruhi pola aliran atmosfer, semakin memperparah siklus hujan deras.
Baca Juga: Fakta Menarik Burung Lyrebird dari Australia
Fenomena Hujan tanpa henti ini, yang berlangsung selama 1 juta tahun, mengubah lanskap Bumi secara drastis. Curah hujan yang tinggi menyebabkan erosi besar-besaran di daratan. Padang kering berubah menjadi rawa-rawa subur, dan terbentuknya sungai dan danau baru menciptakan habitat yang mendukung kehidupan baru.
Banyak spesies tumbuhan dan hewan beradaptasi dengan cepat terhadap kondisi basah ini, sementara spesies lain yang tidak mampu beradaptasi menghadapi kepunahan. Bukan hanya menjadi salah satu peristiwa perubahan iklim terbesar dalam sejarah planet ini, tetapi juga menjadi titik balik bagi evolusi kehidupan, membuka jalan bagi munculnya dinosaurus sebagai penguasa daratan. (Sumber: mongabay.co.id)