Jaga Tradisi Seru tanpa Ganggu Tetangga
- 05 Mar 2026 04:01 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Tradisi di tengah masyarakat seringkali menjadi warna tersendiri dalam kehidupan sosial, terlebih saat bulan suci Ramadhan. Namun, menjaga semangat kebersamaan tetap harus dibarengi dengan sikap saling menghormati, terutama dalam lingkungan bertetangga. Hal ini menjadi pembahasan menarik dalam salah satu kajian bersama Ustad Muhamad Apriadi.
Saat mengisi Acara Tauladan( tanya ustadz di bulan ramadhan) , Ustad Muhamad Apriadi menegaskan bahwa tradisi pada dasarnya boleh dilakukan selama tidak bertentangan dengan syariat dan tidak merugikan orang lain.
Menurutnya, Islam sangat menjunjung tinggi adab, termasuk adab kepada tetangga yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tradisi itu boleh saja selama isinya kebaikan dan tidak menimbulkan mudarat. Jangan sampai niatnya ingin meramaikan suasana, tapi justru mengganggu tetangga yang sedang istirahat atau memiliki kondisi tertentu,” ujar Ustad Apriadi pada Rabu( 4/3/2026).
Ia menambahkan, menjaga tradisi tetap seru bisa dilakukan dengan cara yang lebih santun, seperti mengatur waktu, tidak menggunakan pengeras suara secara berlebihan, serta berkoordinasi dengan warga sekitar. Komunikasi yang baik dinilai menjadi kunci agar tidak terjadi kesalahpahaman antarwarga.