Bangunin Sahur, Tradisi Seru atau Ganggu?

  • 05 Mar 2026 03:53 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Program religi Tauladan (Tanya Ustadz di Bulan Ramadhan) di RRI Pro 2 Nunukan kembali menghadirkan diskusi hangat seputar fenomena bangunin sahur. Topik yang diangkat kali ini adalah “Bangunin Sahur: Tradisi Seru atau Ganggu Tetangga?” bersama Ust Apriadi yang memberikan pandangan dari sisi agama dan sosial.

Dalam dialog tersebut, Ust Apriadi menjelaskan bahwa membangunkan sahur pada dasarnya merupakan tradisi yang baik karena bertujuan mengingatkan umat Islam untuk menjalankan sunnah sahur di bulan Ramadhan. “Sahur itu dianjurkan Rasulullah, dan orang yang mengingatkan kepada kebaikan tentu mendapat pahala. Namun caranya harus tetap memperhatikan adab dan etika,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi membangunkan sahur dengan alat musik sederhana atau berkeliling kampung bisa menjadi ajang mempererat silaturahmi, khususnya bagi para pemuda. Namun jika dilakukan secara berlebihan, seperti menggunakan pengeras suara terlalu keras atau sampai larut malam, hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan warga lain, termasuk bayi, lansia, atau orang sakit.

“Islam mengajarkan keseimbangan. Jangan sampai niatnya ibadah malah menimbulkan mudarat. Jika ada tetangga yang merasa terganggu, maka itu harus jadi bahan evaluasi. Prinsipnya, jangan menyakiti orang lain,” tegas Ust Apriadi ( 4/3/2026).

Melalui acara Tauladan di RRI Pro 2 Nunukan, Ust Apriadi mengajak masyarakat untuk tetap melestarikan tradisi bangunin sahur dengan cara yang santun, tidak berlebihan, serta menghormati kondisi lingkungan sekitar agar Ramadhan tetap menjadi bulan penuh keberkahan bagi semua.

Rekomendasi Berita