Puluhan Karya Malut Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia
- 02 Sep 2023 23:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Sebanyak 22 karya budaya Maluku Utara ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia 2023. Penetapan dilakukan Ketua Tim Ahli WBTb Indonesia, Gabriel Roosmargo Lono Simatupang saat sidang penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2023.
Sidang digelar Direktorat Pelindungan Kebudayaan, Kemendikbud Ristek di Jakarta, Jumat (1/9/2023). Warisan Budaya Takbenda asal Maluku Utara itu di antaranya, Fanten, Waraka Gamrange, Tari Kene–Kene, Sumpit Gamrange, dan Bon Mayo asal Halmahera Tengah.
Selanjutnya Nasi Cala, Musik Wela-Wela, Moro Ara Sahu, Talai Padisua, Uci Orum Sasadu, Tari Sara Re Selo, Koboro Saya. Lalu Hukum Dolasiwor, Tatapa, Molo Ara, Bobango Adata, dan Dudengo dari Halmahera Barat.
Kemudian ada tiga karya budaya asal Tidore Kepulauan yakni, Bahasa Taba, Baku Ngelo, dan Tradisi Hapolas dari Halmahera Selatan. Serta dua warisan lainnya yakni, Sogoroho Gam dan Foladomo.
"Ditetapkan 22 karya budaya dari Maluku Utara 2023. Jumlah Penetapan WBTb asal Maluku Utara sejak 2013 hingga 2023 total berjumlah 58 karya budaya yang berstatus WBTb Indonesia," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Darwin A. Rahman.
Selanjutnya, saat penutupan kegiatan, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud Ristek RI, Hilmar Farid mengatakan, kebudayaan merupakan kebinekaan yang konkrit. Untuk itu seluruh karya budaya di Indonesia harus tercatat dengan baik terkait penamaan dan domain yang jelas.
"Kita harus berkomitmen untuk memperkenalkan budaya kita kepada masyarakat kita sendiri. Seluruh WBTb yang telah ditetapkan harus menjadi materi atau bahan ajar muatan lokal di daerah," ujar Hilmar.
Dia juga menitipkan pesan untuk semua pemda dan pelaku budaya agar berkomitmen bersama. Memastikan adanya payung hukum seperti Peraturan Gubernur, Peraturan Bupati/Wali Kota sebagai langkah nyata upaya pelestraian budaya di daerah masing-masing.
Menurutnya, pelestarian warisan budaya dapat dilakukan melalui promosi wisata, melibatkan komunitas budaya, dan melakukan kegiatan kegiatan lintas daerah. "Hingga akhirnya dapat diusulkan sebagai warisan budaya dunia ke Unesco," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....