Program KREASI Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Kerja 'Omo' Pendidikan Nisel

  • 07 Okt 2026 10:46 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Dalam upaya mendorong transformasi dan peningkatan kualitas pendidikan di daerah Kabupaten Nias Selatan, Program KREASI Nias Selatan menggelar Lokakarya Pembentukan, Pengesahan, dan Aktivasi Konsorsium Pendidikan, Senin, 6 Oktober 2025 di Hotel Keitaro, Teluk Dalam.

Kegiatan advokasi lanjutan ini mengusung agenda utama penyusunan rencana kerja 'Omo Pendidikan' atau Rumah Pendidikan Nias Selatan. Berbagai lintas pemangku kepentingan, baik Pemerintah Daerah, Satuan Pendidikan, Lembaga hingga Akademisi dipertemukan untuk merumuskan langkah strategis pendidikan di Nias Selatan.

Dalam sambutannya, Fransiska Tobing selaku District Manager Implementation KREASI Nias Selatan menekankan pentingnya sinergi dari seluruh pihak untuk memajukan Pendidikan daerah.

"Lokakarya ini merupakan langkah nyata kita bersama dalam membangun fondasi pendidikan yang tangguh di Nias Selatan. Melalui pembentukan dan aktivasi Konsorsium Omo Pendidikan, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi pendidikan yang berkelanjutan, inklusif dan benar-benar menjawab kebutuhan anak-anak kita," ujar Fransiska Tobing.

Fransiska Tobing, District Manager Implementation KREASI Nias Selatan. (Foto: KREASI)

Lokakarya ini dibuka secara resmi Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, Pieter Buulolo, S.Sos., M.AP. Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan ia menegaskan komitmen Pemerintah Daerah terhadap inisiatif perbaikan mutu pendidikan.

"Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi dan mendukung penuh terbentuknya konsorsium ini. Kami berharap Rencana Kerja Omo Pendidikan yang disusun hari ini benar-benar aplikatif dan berdampak langsung, khususnya dalam mewujudkan program Wajib Belajar 13 Tahun, pengembangan kompetensi Guru yang berkelanjutan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman," kata Pieter Buulolo menegaskan.

Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, Pieter Buulolo, S.Sos., M.AP. (Foto: KREASI)

Pelaksanaan Lokakarya ini dipandu oleh Mitranikasih Laia, S.Si., M.Sc., Akademisi dan Dosen Universitas Nias Raya. Para peserta dibagi ke dalam lima divisi kerja untuk mematangkan dan mempresentasikan hasil pembahasan spesifik yang telah dirumuskan sebelumnya.

Setiap perwakilan divisi mempresentasikan indikator capaian (outcome/output) dan target tahunan dari 2026 hingga 2030 yang kemudian ditanggapi untuk penyempurnaan dokumen rencana kerja. Adapun penjabaran kelima divisi tersebut adalah sebagai berikut.

Divisi 1, Implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, 1 Tahun Prasekolah Dasar, dan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Divisi ini merumuskan target pendataan anak usia 5-6 tahun, penyediaan/pembangunan unit sarana PAUD di desa yang belum terlayani, penyediaan tenaga pendidik di wilayah sulit, serta pembinaan manajemen mutu PAUD bersama Dinas Pendidikan, HIMPAUDI, IGTKI, dan Dinas Sosial.

Divisi 2, Advokasi Komitmen Satuan Pendidikan untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dalam Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS). Divisi ini berfokus pada program peningkatan kompetensi Guru secara spesifik, termasuk pelatihan numerasi dan literasi, peningkatan kapasitas Kepala Sekolah, perencanaan RKAS, serta pelatihan guru terkait sikap inklusif dan pencegahan perundungan.

Mitranikasih Laia, S.Si., M.Sc., Akademisi dan Dosen Universitas Nias Raya. (Foto: KREASI)

Divisi 3, Advokasi Komitmen Pemerintah Daerah dalam PKB SD/MI dan PAUD/RA yang Bersumber dari APBD/Anggaran Lainnya. Membahas strategi advokasi dukungan Pemda terhadap program keprofesian Guru, penyusunan usulan PKB yang sesuai kebutuhan, serta fasilitasi kegiatan Kelompok Kerja atau Komunitas Belajar Guru secara mandiri dan berkelanjutan.

Divisi 4, Penyusunan SOP Mekanisme Rujukan, Alur Manajemen Kasus, dan Program Kerja Pokja BSAN. Divisi ini mempresentasikan program layanan pengaduan bagi anak korban kekerasan, pencegahan intoleransi di sekolah, peningkatan literasi melalui layanan perpustakaan, hingga inisiatif pembentukan "Desa Ramah Anak" serta ketangguhan anak dan keluarga menghadapi krisis.

Divisi 5, Penyusunan Kebijakan Daerah tentang Adaptasi dan Adopsi Kurikulum Nasional. Kelompok terakhir memaparkan rencana peningkatan kualitas kurikulum pendidikan melalui pengembangan kurikulum Muatan Lokal pendidikan dasar, penyusunan silabus, penyediaan buku teks muatan lokal, hingga pendirian Unit Satuan Baru (USB) PAUD/TK.

Pemaparan hasil diskusi. (Foto: KREASI)

Rencana Kerja 'Omo Pendidikan' Nias Selatan yang telah disahkan ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif semata, melainkan menjadi kompas pergerakan nyata dalam mendukung peningkatan kualitas Pendidikan di wilayah ini.

Dengan kolaborasi erat antara Konsorsium KREASI, Pemerintah Daerah, Akademisi, Satuan Pendidikan, dan masyarakat luas, cita-cita untuk mewujudkan generasi Nias Selatan yang cerdas, berkarakter, dan terlindungi diharapkan dapat segera terwujud di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....