Pastikan Tak Ada Anak Tertinggal, Bunda PAUD Nisel Dorong Wajar 1 Tahun Prasekolah

  • 12 Agt 2026 15:53 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Bunda PAUD Kabupaten Nias Selatan, Militina Sokhiatulo Laia, secara resmi membuka kegiatan Penyusunan Desain/Rancangan Pelaksanaan Implementasi Wajib Belajar (Wajar) 1 Tahun Pendidikan Prasekolah Kabupaten Nias Selatan sampai Tahun 2029, Selasa, 11 Agustus 2026 di Aula Bapperida Nias Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Nias Selatan untuk memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan prasekolah yang bermutu.

Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kabupaten Nias Selatan menyampaikan bahwa anak usia dini merupakan investasi paling berharga bagi masa depan bangsa. Menurutnya, kualitas generasi Kabupaten Nias Selatan di masa mendatang sangat ditentukan oleh perhatian dan layanan pendidikan yang diberikan kepada anak sejak usia dini.

"Memberikan layanan Pendidikan yang berkualitas sejak sebelum memasuki Sekolah Dasar bukan lagi menjadi pilihan. Melainkan sebuah kebutuhan dan tanggung jawab bersama," ujarnya.

Ia menjelaskan kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan untuk belajar, bermain, bertumbuh dan berkembang secara optimal melalui layanan PAUD yang berkualitas. Fondasi yang kuat sejak usia dini diharapkan dapat mempersiapkan anak mengikuti pembelajaran pada jenjang pendidikan berikutnya, baik dari aspek akademik maupun sosial-emosional.

Pembukaan kegiatan. (Foto: Diskominfo Nias Selatan)

Lebih lanjut, Militina Sokhiatulo Laia menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Kabupaten hingga Desa, satuan pendidikan, organisasi profesi, dunia usaha, mitra pembangunan hingga keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak.

Melalui kegiatan penyusunan desain/rancangan ini, Bunda PAUD berharap dapat dihasilkan kerangka strategi yang terpadu, realistis dan terukur sebagai pedoman dalam pelaksanaan implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah sampai Tahun 2029.

Ia menambahkan, beberapa tantangan yang menjadi perhatian dalam penyusunan strategi tersebut antara lain peningkatan angka partisipasi anak usia prasekolah, perluasan akses layanan PAUD hingga ke desa-desa. Tantangan lainnya yakni peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, penguatan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), dukungan pembiayaan dan sarana prasarana, penguatan kolaborasi lintas sektor serta peningkatan peran orang tua dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak usia dini.



Bunda PAUD Kabupaten Nias Selatan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah sebagai gerakan bersama. Dengan demikian tidak ada satu pun anak usia prasekolah yang tertinggal dari layanan pendidikan yang bermutu.

"Mari kita wujudkan transisi dari PAUD ke SD yang menyenangkan, membangun enam kemampuan fondasi anak, serta mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia Tahun 2045," ajak Militina.



Pada kesempatan tersebut, Bunda PAUD juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, seluruh perangkat daerah, para mitra pembangunan dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan.

Ia berharap hasil penyusunan desain/rancangan tersebut tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan. Akan tetapi mampu melahirkan strategi yang dapat diterapkan, kolaboratif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Nias Selatan.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....